Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Silaturahmi Pojok NTB Eratkan Silaturahmi di Masa Pandemi

Seputar NTB
Sabtu, 22 Mei 2021 | 15.47 WIB


Mataram, SeputarNTB.com - Direktur Logis/Inisiator WAG Pojok NTB, M Fihiruddin, merasa bersyukur bisa menggelar silaturahmi yang dihajatkan sebagai momentum saling maaf memaafkan dalam suasana Idul Fitri 1442 H, di Cafe Meekow Mataram, Jumat (21/5/2021).


Fihiruddin berharap agar anggota grup Pojok NTB tetap mengutamakan dan mendorong stabilitas keamanan, agar NTB tetap aman dan nyaman. 


"Segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah pidana atau pun perdata selesaikan dengan lewat jalur hukum, jangan main hakim sendiri," pesannya.


Silaturrahmi diselenggarakan dengan sederhana dan tidak hura-hura. Di saat masyarakat Palestina sedang menangis, grup Pojok diminta tetap membangun solidaritas untuk membantu.


"Solidaritas untuk kemerdekaan Palestina, harga mati. Tetapi kita juga harus tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.


Fihiruddin juga berharap agar silaturahmi bisa menjadi perekat persaudaraan anggota grup yang berbeda latar belakang, profesi dan lainnya.


"Di grup Pojok juga bisa bisa promosi produk, tapi hanya lima kali saja. Kalau lebih berbayar," katanya.




Sementara itu, tokoh Pojok NTB, H Lalu Winengan, mengatakan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, perlu didorong menjadi Presiden PKS 


Ia juga bangga dengan grup Pojok yang anggotanya beragam latar belakang. Juga isu dan kritikan-kritikan di grup yang konstruktif dan solutif.


"Satu kebanggaan di Pojok semua masuk dari semua kalangan," katanya.


Winengan berharap agar isu SARA tidak dibesar-besarkan di Pojok. Karena NTB sangat nyaman dalam keberagaman.


TGH Muharrar Abrar turut berpendapat bahwa Syawal, artinya kemenangan. "Artinya, menang karena kita bisa berhimpun dalam perbedaan. Berbeda keluarga, latar sosial dan pendidikan dan pekerjaan tetapi bisa kumpul dalam rumah besar bernama Pojok NTB. Apapun baju dan bendera kita, kalau sudah di Pojok berarti satu kesatuan," katanya.


Ia menambahkan bahwa apapun yang terjadi di grup adalah dinamika, maka harus mencair dalam silaturahmi ini. "Silaturrahmi dan silaturrahim harus jadi identitas, apapun perbedaan yang muncul," ucapnya.


"Silaturrahim yang baik itu menyambung apa yang sudah terputus. Lebih-lebih kalau kita berbicara tentang bagaimana membangun NTB yang lebih baik, aman dan nyaman ke depan. Kita saling menguatkan dan harapannya Pojok NTB jadi lokomotif perubahan," tambahnya seraya menekankan anggota grup tidak boleh ada yang susah, tapi bagaimana silaturahmi saling mendukung.


Tokoh Pojok NTB lainnya, H.L Wildan, mengatakan anggota grup Pojok semakin dinamis. Ia meminta kritikan yang masuk jangan sampai jadi kles atau berpisahan.


Dari grup diketahui ternyata NTB banyak tokoh muda, intelektual, aktivis dan pengusaha.


"Peran kritis diperlukan untuk pejabat tapi jangan kontra produktif. Grup Pojok diharapkan semakin mantap ke depan," katanya.


Karioka berpendapat juga. "Soal pertumbuhan NTB, saya dua tahun di Mandalika. Itu akan jadi triger dan begitu banyak resources negara fokus di Mandalika. Moment ini harus ditangkap," tegasnya.


Gayep sendiri mengatakan bahwa grup Pojok NTB bagus. Kritis terhadap pemerintah dan solutif memberikan jalan keluar.


"Pemerintah sehat kalau sering dikritik. Kalau tidak justru akan nyaman dan cenderung korup," katanya dan berharap Pojok semakin baik, semakin moderat.





Sementara Dr Jack, mengupas soal pandemi yang membuat kita harus tetap bersabar. "Saat ini hanya dua hal yang bisa dilakukan, yaitu protokol kesehatan dan vaksinasi. Itu saja untuk menghadapi pandemi. Fase covid fluktuatif ada tinggi ada yang turun. Saya dapat mandat untuk mengatur siklus. Jangan terlalu takut tapi waspada karena kita harus tetap hidup dan survive," pesanya.

"Mari bersama lawan covid dan sosialisasi masyarakat. Soal vaksin, masih saja masyarakat menilai vaksin ini tidak jelas. Tidak ada pilihan lagi saat ini vaksinasi harus," imbuhnya.


Baiq Diyah mengatakan, saat pandemi dua tahun, wanita pengusaha dan UMKM terpuruk. "Tapi tidak membuat kita diam tanpa berbuat. 90 persen beralih ke kuliner rumahan yg dijual melalui medsos. Sebagai Ketua IWAPI memberikan pelatihan khusus kepada perempuan UMKM di bidang IT," katanya.


Pewarta: Bayu Adjie

  • Silaturahmi Pojok NTB Eratkan Silaturahmi di Masa Pandemi
  • 0

Terkini