Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Sudah di Pertengahan Bulan Puasa, Pedagang Resah Pembeli Masih Sepi

Seputar NTB
Selasa, 27 April 2021 | 17.42 WIB

Mataram, SeputarNTB.com - Para pedagang di Pasar Cakranegara kebingungan. Lantaran memasuki hari ke-11 Ramadhan, warga yang datang belanja ke pasar ini masih sepi. “Tumben Bulan Ramadan sepi seperti ini padahal sudah masuk 10 hari. Masih sepi sekali,” tutur Sulpiah, salah satu pedagang pakaian di area Pasar Cakranegara.


Tahun lalu, meskipun pandami Korona sudah mulai terjadi, namun pengunjung yang datang ke Pasar Cakranegara sudah mulai ramai sejak hari kelima Ramadan. Meskipun terjadi penurunan warga yang datang belanja, namun Sulpiah mengaku kondisinya tidak sepi seperti Ramadan tahun ini.


“Masih kita dapat jualan Rp 1 juta per hari. Kalau sekarang Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu itu sudah syukur. Sangat sepi,” tutur perempuan yang mengaku sudah puluhan tahun berjualan di Pasar Cakranegara itu.


Padahal, sebelum pandemi Korona melanda, para pedagang bisa meraup Rp 3-4 juta per hari. Dengan keuntungan rata-rata bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta ketika memasuki Ramadan. Sehingga kedatangan Ramadan selalu dinanti para pedagang untuk mendapatkan rezeki yang melimpah dari warga yang datang belanja kebutuhan lebaran.


“Sekarang bisa lihat sendiri kondisinya seperti ini. Mungkin ini juga dampak banyak yang senang belanja online. Anak muda mana mau belanja pakaian di pasar,” cetusnya.


Padahal, kualitas barang seperti pakaian yang dijual di Pasar Cakranegara menurutnya tak kalah dari barang yang dijual di pasar online. Bahkan bisa lebih bagus karena mereka bisa memilih langsung dan melihat kondisi barangnya.


Hanya saja, ada semacam pergeseran kebiasaan belanja yang sudah mulai terjadi di kalangan masyarakat. “Ada kebanggaan mereka kalau belanja di online. Karena lebih mudah juga barangnya langsung diantarkan ke rumah pembeli, jadi mereka nggak repot keluar rumah,” ungkapnya.


Namun dampaknya kini dirasakan para pedagang pasar tradisional seperti yang ada di Pasar Cakranegara. Mereka yang dulunya menjadi primadona perlahan mulai ditinggalkan. “Bahkan kalau yang jualan agak di dalam, sering nggak dapat jualan sama sekali per hari,” ungkapnya.


Padahal, di awal tahun 2.000-an Pasar Cakrangera menjadi pasar yang paling berjaya. Pasar ini menjadi pusat perekonomian dan perdagangan tidak hanya di Kota Mataram tetapi di Pulau Lombok. Tidak hanya untuk pedagang pakaian tetapi pedagang perabotan rumah tangga hingga yang lainnya.


“Kita juga dulu yang jual buah senang sekali kalau sudah memasuki bulan puasa. Sekarang kadang jualan dapat cuma Rp 100 ribu,” tutur Yusuf, salah satu pedagang buah.


Kondisi sulit dirasakan Yusuf dan para pedagang lainnya selama setahun terakhir semenjak pandemi Korona melanda. Warga yang datang belanja ke Pasar Cakranegara terus berkurang setiap harinya.


Pewarta : Muhammad Wildan

  • Sudah di Pertengahan Bulan Puasa, Pedagang Resah Pembeli Masih Sepi
  • 0

Terkini