Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Polres Loteng Terkesan Abaikan Laporan, Lembaga Deklarasi: Kami Akan Melangkah ke Polda

Seputar NTB
Rabu, 07 April 2021 | 19.42 WIB


Lombok Tengah, Sepuar NTB.- Wakil Ketua Lembaga Diklarasi, Ahmad Suhaili SH, mempertanyakan Kasus laporan warga Dusun Mengkudu Lauk, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, yang meminta perlindungan Polres Lombok Tengah, sekaligus melaporkan Jaelani yang diduga telah menggeragah lahan miliknya.

Suhaili menanyakan sejauh mana Polres Loteng menindak lanjuti laporan atas kasus dugaan penggeragahan dan pengerusakan lahan sebelumnya.

"Kalau memang Polres Loteng masih terus memperlamban kasus ini, maka saya akan melangkah ke Polda NTB," ungkapnya.

"Saat di Polres Loteng, Hasanudin selaku ahli waris dari Kimbang yang merubah pemilik lahan, mengatakan penggeragahan lahan dan pengerusakan tanaman miliknya yang dilakukan oleh Jaelani dan koleganya sudah dua kali terjadi, pada penggeragahan pertama, dirinya langsung melaporkan hal itu ke Polres Lombok Tengah tepatnya pada tanggal 24 Desember 2020, Nomor: STTLP/598.a/ XII/2020/NTB/Res.Loteng, dengan pelapor atas nama Kimbang, dan terlapor Kemban Hadi alias Amaq W, namun sampai saat ini tidak ada tindaklanjut dari Polres.

Penggeragahan dan perusakan tanaman itu terjadi lantaran Jaelani dan koleganya mengklaim bahwa tanah yang di tempati Hasnaudin tersebut dengan luas sekitar 1,27 hektar adalah milik nya.

“Hasanudin mengatakan, memang dulu sudah saya laporkan yang bersangkutan ke Polres Loteng dan sempat saya dipanggil untuk dimintai keterangan, Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan bagaimana hasil laporan yang dulu saya masukkan,” Katanya.

Oleh karenanya, Hasanudin menilai pihak Kepolisian lamban dan terkesan mengabaikan laporannya, sehingga pelaku kembali berani melakukan hal sama di tanah milik orang lain.

“Ini akibat dari lambannya polisi menetapkan pelaku penggeragahan dan pengrusakan sebagai tersangka. Padahal sudah jelas pelakunya, parahnya lagi, Minggu malam 14 Februari 2021 saya tidak bisa tidur nyenyak karena keselamatan saya terancam. Apakah polisi tunggu ada korban jiwa dulu, baru akan menetapkan tersangka,” Ujar Hasan

Hasan juga menilai Kepala Dusun dan Pemdes setempat terkesan mengabaikan perkara itu.

“Tidak ada tindakan penyelesaian dari Pemdes setempat, malah terkesan membiarkan perkara sehingga tidak ada titik tamunya,” Keluhnya

Senada disampaikan Dedi Afriadi Zulkarnaen korban kedua. Dia mengaku, datang ke Polres untuk menanyakan laporan pertama karena belum ada tindak lanjut, sehingga pelaku seenaknya klaim bahkan merusak tanaman miliknya.

“Dulu terlapor hanya melakukan penggeregahan di tanah milik Hasanudin, anehnya sekarang mau ambil lahan saya dan merusak tanaman saya,” Kesal Dedi.

Atas tindakan tersebut, dirinya melaporkan lagi ke Polres Lombok Tengah dengan kasus yang sama.

Pewarta: Fadly Saleh
  • Polres Loteng Terkesan Abaikan Laporan, Lembaga Deklarasi: Kami Akan Melangkah ke Polda
  • 0

Terkini