Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Lalu Tajir: Dimana Posisi Provinsi dan Pemkab Lombok Tengah sebagai Benteng Masyarakat?

Seputar NTB
Senin, 15 Maret 2021 | 14.53 WIB


Lombok Tengah, Seputar NTB - Sejumlah orang yang saat ini menduduki jabatan strategis di ITDC, belum me-refsentasikan masyarakat NTB. Untuk makan karyawan yang mengelola kawasan KEK Mandalika saja, ternyata didatangkan dari Mataram.

Hal tersebut terungkap dalam Forum Diskusi Lombok Tengah Maju (FDLTM), Jumat (12/3/2021) malam, di Cafe D’Cantik Praya, Lombok Tengah.

Ketua SWIM, Lalu Alamin, pada diskusi tersebut mengungkapkan, bagaimana putra-putri NTB atau lokal dilingkar KEK Mandalika bisa menduduki jabatan managerial level kalau hanya untuk catering nasi bungkus saja harus didatangkan dari Mataram.

“Entah itu dengan alasan higenis atau apa, kualitas untuk karyawan yang mengelola KEK Mandalika di ITDC saja didatangkan dari Mataram. Lalu bagaimana nasib pengusaha kecil yang ada di sekitar lingkaran KEK Mandalika,” ungkap Lalu Alamin.

"Saya bukan rasis, namun yang diklaim sebagai putra putri daerah yang saat ini menjabat di ITDC belum merefresentasikan masyarakat NTB, khususnya warga lokal setempat," ungkap L Tajir Syahroni.

Hal ini lanjut Lalu Tajir, justeru mengingatkan masyarakat akan pedihnya sejarah masa lampau yang justeru akan meningkatkan semangat resistensi yang ada di tengah masyarakat.

Maka hal yang menjadi pertanyaannya, dimana posisi Pemerintah Provinsi dan Pemkab Lombok Tengah sebagai benteng masyarakat agar tidak terusir di daerahnya sendiri.

“KEK ini sifatnya serba khusus. Kalau mau ini itu harus khusus, mau protes juga khusus dan jangan sampai nanti malah jadi khusus untuk membinasakan masyarakat lokal,” ujarnya.

Saat ini bisa dihitung berapa jumlah warga lokal di sana yang menjadi pemilik usaha dan hotel-hotel di KEK Mandalika, selebihnya semuanya adalah warga luar.

“Kalau orang asing yang entah darimana asalnya saja, bisa menghimpun dan menggunakan aparat sebagai pengaman mereka, masak kita orang yang asli di sini tidak bisa juga menghimpun kekuatan untuk amankan diri kita,” tandas Tajir.

Pada saat diskusi tersebut, Lalu Tajir Syahroni mengungkapkan kekecewaan dan ketersinggunganya karena pihak ITDC tidak memenuhi undangan panitia sebagai narasumber dalam acara diskusi tersebut.


Pewarta: Fadli Saleh
  • Lalu Tajir: Dimana Posisi Provinsi dan Pemkab Lombok Tengah sebagai Benteng Masyarakat?
  • 0

Terkini