Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Kasus IRT di Lombok Tengah Dihentikan Kejaksaan

Seputar NTB
Senin, 01 Maret 2021 | 19.06 WIB


Lombok Tengah, Seputar NTB.- Hakim Pengadilan Negeri Praya Lombok Tengah, mengabulkan eksepsi kuasa hukum empat ibu rumah tangga (IRT) yang melempar pabrik tembakau di Lombok Tengah, Senin (1/3/2021). 

"Hakim membatalkan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Proses sidang empat IRT tidak dilanjutkan," kata tim kuasa hukum empat IRT, D.A Malik.

"Dakwaan jaksa dibatalkan hakim karena tidak cermat dalam menyusun dakwaan sebagaimana dijelaskan pasal 143 KUHAP. Dalam pasal tersebut memuat dakwaan harus cermat, jelas dan lengkap," jelasnya. 

Dia mengatakan putusan hakim tersebut bukan berarti kemenangan bagi IRT atau kekalahan bagi jaksa, namun adalah kemenangan nurani hukum yang berkeadilan.

“Ini kemenangan nurani hukum, bukan kemenangan jaksa, pengacara, polisi,” terangnya.

Selain tidak jelas merumuskan dakwaan, empat IRT juga tidak didampingi pengacara dalam proses pemeriksaan. Itu menjadi pertimbangan hakim memutuskan dihentikan kasus ini. 

Dijelaskan, dakwaan jaksa tidak jelas, karena beberapa poin dalam dakwaan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Jaksa mengatakan IRT melempar spandek pabrik menggunakan batang singkong dan 11 batu, namun barang bukti yang dihadirkan justru dalam bentuk foto tujuh batu dan satu bambu. Tidak ada barang bukti singkong.

Selain itu dakwaan jaksa yang menyebut pabrik tembakau rugi hingga Rp4,5 juta karena atap spandek yang penyok tidak dapat dibuktikan. Bahkan barang bukti utama berupa spandek tidak dihadirkan.

“Juga tidak ada bukti spandek yang penyok sehingga pabrik mengalami kerugian Rp4,5 juta,” katanya seraya menambahkan, jaksa tidak dapat memperbaiki berkas dan mempidanakan empat IRT tersebut.

Pewarta: Fadli Saleh
  • Kasus IRT di Lombok Tengah Dihentikan Kejaksaan
  • 0

Terkini