Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Bupati Lotim Ajak Alumni PMII Kembali ke Tujuan Mulia Pendirinya

Seputar NTB
Kamis, 18 Maret 2021 | 13.10 WIB
Drs. H.M Sukiman Azmy (Bupati Kabupaten Lombok Timur) saat sambutan di acara Ramah Tamah Senior Alumni & Peserta Kongres XX PMII di kediaman H. Rumaksi Sjamsuddin, Wakil Bupati Lombok Timur di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. 

Lombok Timur, Seputar NTB.- Bupati Lombok Timur, Drs. H.M Sukiman Azmy, paham betul dengan makna bendera Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Hal itu terbukti saat Bupati menghadiri ramah-tamah senior alumni dan peserta Kongres PMII ke-20 Zona 5 yang meliputi wilayah Jawa Timur - Bali Nusra, Rabu (17/3/2021) malam, di kediaman H. Rumaksi Sjamsuddin, Wakil Bupati Lombok Timur di Desa Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. 


Sukiman menjelaskan bahwa PMII didirikan dengan semangat keindonesiaan dan keislaman yang luar biasa. Hal itu dapat dilihat dari makna yang tersimpan dalam tiap simbol di bendera PMII.

"Ketika Kyai Said Budairy menciptakan lambang itu (PMII, red) menunjukkan semangat keislaman dan keindonesiaan," ujarnya.

Bintang yang paling besar, yang terletak di bagian atas dan berada di tengah-tengah itu, jelas Sukiman, menyimbolkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Sementara empat bintang yang mengapitnya melambangkan empat sahabat Khulafaur Rasyidin. Kemudian empat bintang yang ada di bawah itu melambangkan bahwa corak keislaman masyarakat di Indonesia mengadopsi empat mazhab fiqih, yaitu Mazhab Maliki, Hanafi, Hambali dan Syafi'i.

Apa yang menunjukkan keindonesiaannya, sambung Bupati, adalah gabungan dari semua bintang itu, sehingga menjadi sembilan, lima bintang di atas dan empat bintang di bawah.

"Sembilan bintang itu melambangkan Wali Songo, penyebar Islam di Nusantara dan Wali Songo itu hanya ada di Indonesia, tidak ada di tempat lain," jelasnya sembari mengajak untuk membayangkan betapa tingginya makna simbol tersebut yang mampu merajut keislaman dan keindonesiaan di dalamnya.

Sukiman mengaku bahwa perwujudan keislaman dan keindonesiaan yang menjadi ruh berdirinya organisasi PMII tersebut, dapat disaksikan dalam kesempatan itu juga dengan harinya banyak Alumni dan kader PMII dari berbagai daerah lintas pulau. 

"Indonesia seperti ditunjukkan di sini, ada yang rambutnya gondrong tapi do'anya tadi luar biasa. Ada yang rambutnya kuning tapi jadi ketua cabang. Macam-macam yang kita lihat di sini, Indonesia seperti ditunjukkan di sini," ujarnya.

Karena itulah, kata Sukiman, jangan sampai kebesaran PMII itu dikerdilkan dengan kepentingan-kepentingan pribadi yang receh, murahan dan remeh-temeh, melainkan harus dibuka selebar-lebarnya untuk kepentingan bangsa Indonesia.

"Oleh karenanya jangan kerdilkan kebesaran organisasi ini, bukalah ia seluas-luasnya untuk kepentingan bangsa sebagaimana dicita-citakan dulu oleh para pendirinya," pungkasnya.

Bupati mengajak para alumni dan kader PMII yang hadir untuk menyegarkan menjadikan momen itu untuk mengingat kembali bahwa ada tugas besar yang harus dilakukan dan diperjuangkan.


Pewarta: Muhammad Wildan

  • Bupati Lotim Ajak Alumni PMII Kembali ke Tujuan Mulia Pendirinya
  • 0

Terkini