Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Bupati Lombok Utara Buka FPD Penyusunan Renja 2022

Seputar NTB
Kamis, 04 Maret 2021 | 14.40 WIB


Lombok Utara, Seputar NTB.- Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, membuka Rapat Forum Perangkat Daerah (FPD) Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Pemerintah Daerah tahun 2022, di aula kantor Bupati KLU, Rabu (3/3/2021). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Utara. 

Bupati Lombok Utara mengatakan, masa transisi rencana pembangunan lima tahun dari RPJMD sebelumnya ke RPJMD yang baru, telah sesuai amanat undang-undang dan harus berjalan secara paralel dan stimulan.

"RPJMD tahun 2021 sampai 2026 adalah dokumentasi pembangunan penjabaran visi misi Bupati dan Wabup terpilih yang memasuki tahapan rancangan awal, satu proses yang harus dilakukan dalam rentang waktu sebagaimana telah diatur dalam Permendagri. Untuk itu diperlukan kesepahaman kita dalam mensinergikan aspek politik, partisipatif dan aspek topdown yang menjadi pendekatan perencanaan daerah. Aspek tersebut merupakan visi misi prioritas Bupati maupun prioritas nasional dan prioritas provinsi," paparnya. 

Bupati Djohan menyampaikan masa awal RPJMD 2021-2026 pembangunan di Lombok Utara menghadapi tantangan yang cukup berat. Belum tuntasnya RTG tahun 2018, Lombok Utara dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lombok Utara tahun 2020 tumbuh negatif atau minus sebesar 7,4 persen dengan aspek berdampak berat pada sektor akomodasi, sektor makan minum, atau aktivitas pariwisata hingga menghadapai penurunan pertumbuhan sebesar minus 48 persen.

"Dampak kesehatan dan dampak ekonomi harus  ditangani secara paralel dan sesegera mungkin dapat meminimalkan angka kemiskinan di KLU ini," tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Djohan menyampaikan pula bahwa beberapa hari kemarin pihaknya menerima rilis BPS tentang meningkatnya angka kemiskinan Provinsi NTB periode September 2020 yang menunjukkan bahwa penduduk miskin di NTB, termasuk KLU.

"Pada kesempatan ini, saya menegaskan kembali, pertama permasalahan yang paling urgen diselesaikan adalah pembangunan RTG. Saya mengajak kita semua jajaran birokrasi pelayanan publik yang didukung oleh masyarakat dan swasta berkerja sungguh-sungguh kompak bersatu. Kita mesti segera mengaktifkan kembali obyek pariwisata, mengaktifkan UMKM, mendorong secara kontinyu pertanian," imbuhnya.

Bupati Djohan mempertegas pula dalam Forum OPD, dalam perencanaan program kegiatan dan subkegiatan harus benar-benar dibuat untuk masyarakat Lombok Utara dengan berpedoman pada visi misi kepala daerah terpilih, dengan tujuan secara garis besar untuk meningkatkan perekonomian serta mensejahterakan masyarakat.

APBD Lombok Utara mengalami penurunan cukup drastis, Bupati mengharapkan dalam penyusunan program dan kegiatan mesti benar-benar menyentuh masyarakat Lombok Utara.

"Saya yakin penguatan ekonomi 2021 dapat ditopang dengan peningkatan pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan perdagangan serta sektor pendukung lainnya," urainya.

Koordinator Pelaksana yang juga Kepala Bappeda KLU, Heryanto SP, dalam laporannya menyampaikan Forum OPD merupakan salah satu proses perencanaan pembangunan daerah yang dimulai sejak 4 Januari 2021.

"Hari ini kita melaksanakan Forum OPD dalam rangka penyelarasan apa yang telah kita rumuskan, apa yang telah kita tuangkan dalam rencana kerja awal OPD disandingkan dengan usulan yang telah diinput di Musrenbang Kecamatan," tandasnya.

Dia menambahkan, pihaknya mengemas kegiatan dengan merujuk perkembangan nasional terbitnya berbagai regulasi tahun 2021. 

Pewarta: Agus Sulistiawan
  • Bupati Lombok Utara Buka FPD Penyusunan Renja 2022
  • 0

Terkini