Header Ads

  • Breaking News

    Temui Kejanggalan Bendungan Meninting, Pemuda Lombok Surati BWS Nusa Tenggara I

    Proyek Bendungan Meninting ini mulai dikerjakan oleh rekanan. Hanya saja,LSM Pemuda Lombok menuding ada kejanggalan pada pembangunan Bendungan Meninting, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.


    Mataram, Seputar NTB.- LSM Pemuda Lombok menuding ada kejanggalan pada pembangunan Bendungan Meninting, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat. Salah satu kejanggalan itu adalah, mengenai bantuan tali asih kepada masyarakat lingkar Bendungan Meninting yang disebut tidak transparan.


    Ketua LSM Pemuda Lombok, Rusdan, mengatakan bahwa pihaknya telah bersurat kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, terkait dengan pelaksanaan kegiatan di wilayah kerja BWS Nusa Tenggara I itu. "Kami selaku masyarakat dan organisasi masyarakat ingin mengetahui sudah sejauh mana hasil dari pembangunan bendungan tersebut," kata Rusdan.


    Menurut Rusdan, seyogyanya pembangunan dihajatkan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan untuk mensejahterakan para pengusaha dan pegawai BWS. "Kami melihat ada kejanggalan yang sangat kental dengan nuansa permainan di lingkungan BWS," ungkap Rusdan.


    Beberapa kejanggalan yang dilihat Pemuda Lombok, sebut Rusdan, diantaranya soal bantuan tali asih kepada masyarakat itu. Selain itu, dia melihat rekrutmen tenaga kerja tidak dilakukan secara transparan dan terkesan ditutup-tutupi. "BWS kami anggap menutup segala informasi publik mengenai sistem jaringan pembayaran atas hak-hak ganti rugi aset masyarakat," ungkapnya.


    Satu lagi disebut Rusdan sebagai kejanggalan adalah, soal sub-kontraktor pekerjaan dimana berdasarkan aturan, 20 persen dari nilai kontrak seharusnya diserahkan kepada pengusaha kecil sebagai bentuk proteksi terhadap pengusaha lokal. "Nah, apakah hal itu sudah dilakukan apa tidak. Ini yang mesti dijawab oleh BWS Nusa Tenggara I," tandas Rusdan.


    Rusdan berharap pihak BWS Nusa Tenggara I memberikan jawaban yang jujur dan akuntabel sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. 


    Pewarta : Bayu Adjie

    Editor : Purwandi

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad