Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Rebutan Tanah di Ampenan Selatan, Oni Husain Klaim Pegang Sertifikat Asli

Seputar NTB
Minggu, 14 Februari 2021 | 22.19 WIB


Mataram, Seputar NTB.- Sengketa tanah terjadi di Ampenan Selatan, Kota Mataram, yang bakal dijadikan ruang terbuka hijau oleh Pemerintah Kota Mataram. Sengketa terjadi karena adanya dua pihak yang saling klaim sebagai pemilik tanah.

Adalah Oni Husain Al Jufri, yang diberi kuasa oleh salah satu pihak yang mengungkapkan adanya sengketa ini. Oni Husain mengklaim bahwa pihaknya yang lebih berhak atas tanah tersebut, karena memiliki sertifikat yang sah dari pemilik pertama dari asal tanah itu.

Oni Husain menegaskan jika tanah yang disengketakan itu adalah milik almarhum Brigjen Purnawirawan TNI Lukman SR, mantan Ketua DPD Golkar Tingkat I dan Ketua DPRD Provinsi NTB. "Saya, Oni Husain Al Jufri, adalah orang yang diberi kuasa oleh ahli waris almarhum Lukman SR, untuk menyelesaikan masalah ini," tandasnya sembari memperlihatkan sertifikat asli dari tanah itu.

Oni Husain pun menyatakan keheranannya atas keberanian pihak lain yang mengaku-ngaku sebagai pemilik tanah tersebut. Dan, dia tambah heran lagi karena pihak lain itu adalah salah satu orang terpandang di Mataram. 

"Saya tidak habis fikir, ada seseorang yang mengerti hukum, orang yang paham betul dengan hal-hal begini, orang terpandang pula, tapi bertindak sangat agresif mengakui tanah orang lain sebagai tanah miliknya sendiri," kata Oni Husain.

Soal asal usul tanah tersebut, Oni Husain menjelaskan bahwa pemilik asal dari tanah di pinggiran pantai Ampenan Selatan itu adalah, Hj. Jumirah. "Pemilik pertama ini telah menjual tanahnya kepada almarhum Lukman SR dan telah ada sertifikat tanahnya yang dibuat tahun 1985," jelas Oni Husain seraya memperlihatkan bukti sertifikat dimaksud.

Namun, seiring berjalannya waktu dan di lokasi tanah tersebut akan dijadikan ruang terbuka hijau oleh pemerintah dan pemerintah akan memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah, tiba-tiba ada pihak lain yang mengklaim sebagai pemilik dan menyatakan berhak untuk menerima ganti rugi dari pemerintah tersebut. Bahkan, pihak tersebut tiba-tiba saja membangun tembok pembatas di tanah dimaksud, dengan mengerahkan banyak orang dan dikawal dua orang berpakaian dinas TNI.

"Ini lucu. Dua tentara diterjunkan ke lokasi, memaksa kita untuk keluar dan memaksakan diri untuk menembok lahan orang. Tapi, ketika kita minta menunjukkan sertifikat tanah itu, mereka tidak bisa menunjukkan bukti," kata Oni Husain.

Oni Husain yang diberikan kuasa untuk mengurus tanah di Kelurahan Ampenan Selatan itu, kembali mengungkapkan bahwa tanah tersebut dibeli almarhum Lukman SR pada tahun 1980 silam, dengan mendapatkan dua sertifikat. bernomor 963 dan 962. "Saat dibeli itu almarhum Lukman SR masih sebagai Ketua DPD Golkar tingkat satu dan Ketua DPRD Provinsi juga," ungkapnya.

Ketika dibeli, tambah Oni Husain, surat-surat tanah ini diamankan oleh Lukman SR dan dititip di Notaris. "Saat itu, meski tanah sudah dibeli, namun pengelolaan tanah masih diberikan ijin kepada pemilik asalnya, Inaq Jumirah," jelasnya.

Waktu terus berjalan, pada tahun 2016, Lukman SR meninggal dunia tahun. "Satu tahun kemudian, ahli waris menemukan satu surat yang menyebutkan almarhum Lukman SR punya tanah yang sertifikatnya dititip di Notaris bernama Finalia. Atas dasar itu, para ahli waris bersama pemilik asal, yaitu Inaq Jumirah, mendatangi Notaris untuk mengambil sertifikat asli," ungkap Oni Husain.

Hanya karena adanya kabar bahwa Pemerintah Kota Mataram mau membebaskan lahan itu untuk dibuat ruang terbuka hijau, membuat tanah tersebut menjadi objek yang diperebutkan. Namun Oni Husain kembali menegaskan bahwa mereka lah pemilik sah dari tanah tersebut.

"Bahkan Inaq Jumirah juga mengakui bahwa dia hanya menjual tanah miliknya ke almarhum Lukman SR. Tidak pernah ke orang lain," kata Oni Husain.

Lalu, kenapa ada pihak lain yang tiba-tiba turut mengklaim sebagai pemilik juga?. Untuk menyelesaikan masalah itu, Oni Husain ingin hal itu diselesaikan secara hukum. "Tidak ada damai-damaian. Harus diselesaikan secara hukum. Kita buktikan siapa yang benar," tandasnya.

Pewarta: Bayu Adjie
Editor: Purwandi
  • Rebutan Tanah di Ampenan Selatan, Oni Husain Klaim Pegang Sertifikat Asli
  • 0

Terkini