Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Gede Wenten tidak suka Pemimpin yang Main Ancam Mengancam

Seputar NTB
Jumat, 19 Februari 2021 | 23.44 WIB
Gede Wenten


Mataram, Seputar NTB.- Wakil Ketua DPW Partai Berkarya NTB (kubu Tommy Soeharto), Gede Wenten, tidak setuju dengan pernyataan Ketua DPW Partai Berkarya NTB, Darmawan, yang menebar ancaman akan melakukan Pergantian Antar-Waktu (PAW) terhadap sejumlah anggota legislatif Berkarya yang ada di DPRD NTB dan DPRD kabupaten/kota, yang diketahui masuk dalam kepengurusan kubu Muchdi PR.


Dilansir di beberapa media, Darmawan menyatakan jika pihaknya tidak akan memberikan ampun terhadap anggota dewan yang sudah membelot ke kubu Muchdi PR dan untuk itu pihaknya akan melakukan pembersihan. 


Gede Wenten yang telah turut membesarkan Partai Berkarya di NTB, menolak tindakan-tindakan seperti itu dilakukan Darmawan. "Jangan karena kita menang, lalu serta merta dengan kemenangan itu, dengan euforia yang berlebihan, lalu kita melakukan hal-hal yang kurang bijaksana," kata Gede Wenten.


Menurut Gede Wenten, yang namanya proses hukum, bisa saja yang menang kemudian dinyatakan kalah. "Jangan sampai terjadi gap. Ingat, dunia politik bukan dunia permusuhan. Tetapi politik adalah dunia kebersamaan, bagaimana politik membangun tatanan bernegara menuju masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur," imbuhnya.


Gede Wenten mengingatkan agar jangan sampai ada keluar kata-kata bernada melakukan pemecatan. "Kalau saya baca dari statement di media bahwa ada 9 anggota DPRD yang mau dipecat. Untuk dimaklumi, mereka tentu berada di situasi yang mengikuti aturan," katanya.


Gede Wenten menyatakan bahwa sebagai seorang pemimpin hendaknya berpikir secara jernih. "Pemimpin itu harus berlaku adil, bijak. Kecuali mungkin, kalau melakukan korupsi, tidak memperhatikan kepentingan masyarakat sama sekali, hanya mementingkan kepentingannya sendiri, urusan-urusan partai juga tidak dilaksanakan, baru saya setuju dilakukan tindakan," jelasnya.


"Menyikapi hal itu, tentunya ada sebuah proses, ada peringatan, kemudian teguran secara tertulis. Bagaimanapun mereka juga telah berjuang untuk partai. Partai Berkarya di NTB ini adalah aset. Aset yang luar biasa. Di Berkarya semua bekerja, bukan hanya pimpinan saja yang bekerja, tapi seluruh komponen. Dan, saya pun ikut membesarkan Partai Berkarya ini di NTB. Dan saya tidak melakukan tindakan yang sepihak. Jadi mari kita sama-sama membangun partai ini supaya bisa ikut pemilu 2024," katanya menambahkan.


"Cukup, kita jangan sampai main ancam mengancam. Sebagai seorang pimpinan jangan sikap arogan yang dikedepankan. Pemimpin adalah pengayom untuk semuanya, bukan melakukan tindakan-tindakan yang demonstratif, yang dengan kemauan sendiri. Saran saya, siapapun yang menang, kembali rangkullah mereka..Tetapi kalau mereka misalnya tidak berbuat apa-apa untuk partai, silahkan sikat, saya setuju," kata Gede Wenten lagi. 


Gede Wenten yang setiap hari Jumat selalu berbagi terhadap anak-anak di lingkungan rumah dengan bersedekah, dimana yang mendapatkan sedekah tidak hanya yang beragama Hindu tapi juga agama lain, meminta agar permasalahan ini diselesaikan secara baik-baik dengan duduk bersama dan saling merangkul sesama kader partai.

Gede Wenten setiap hari Jumat selalu berbagi terhadap anak-anak di lingkungan rumah dengan bersedekah,dimana yang mendapatkan sedekah tidak hanya yang beragama Hindu tapi juga agama lain


Untuk diketahui, dualisme di tubuh Partai Berkarya akhirnya menemukan titik terang setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Selatan, mengabulkan gugatan Tommy Soeharto terkait SK Menteri Hukum dan HAM yang mengesahkan hasil Munaslub DPP Partai Berkarya dengan Ketua Umum Muchdi PR, dibatalkan. Kabar baik itu disambut suka cita oleh Ketua DPW Partai Berkarya NTB kubu Tommy Soeharto, Darmawan.


Selanjutnya, Darmawan pun menebar ancaman akan melakukan pergantian antar-waktu (PAW) terhadap sejumlah anggota legislatif Berkarya yang ada di DPRD NTB dan DPRD kabupaten/kota yang diketahui masuk dalam kepengurusan kubu Muchdi PR. Pihaknya tidak akan memberikan ampun terhadap anggota dewan yang sudah membelot ke kubu Muchdi PR. Sehingga pihaknya akan melakukan pembersihan.


"Kita sudah kantongi, dari 11 anggota dewan dari Berkarya se NTB, ada 9 masuk kepengurusan Muchdi PR. Mereka akan kita PAW. Ini konsekuensi dari sikap mereka tidak loyal terhadap partai,” terangnya di salah satu media lokal. 


Pewarta: Bayu Adjie

Editor: Purwandi

  • Gede Wenten tidak suka Pemimpin yang Main Ancam Mengancam
  • 0

Terkini