Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

PT. AMNT Disebut Obral Janji kepada Masyarakat Maluk

Seputar NTB
Jumat, 22 Januari 2021 | 22.06 WIB
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Maluk, Mahfud Al-Hasni


Sumbawa Barat, Seputar NTB.- PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) disebut cuma obral janji kepada masyarakat Maluk, Sumbawa Barat. Hal itu lantaran perusahaan tambang tersebut tidak pernah mau peduli dengan kesejahteraan penduduk lokal di lingkar tambang. PT. AMNT dikatakan telah lupa dengan janji-janji manisnya kepada masyarakat setempat.


Perlakuan buruk PT. AMNT kepada masyarakat Maluk sebagai yang punya wilayah dimana tambang PT. AMNT itu beroperasi, diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Maluk, Mahfud Al-Hasni. "PT. AMNT benar-benar tidak punya perasaan. Mereka sangat tidak peduli dengan kesulitan hidup masyarakat Maluk," katanya kepada Seputar NTB.


Masyarakat Maluk kata Mahfud, tidak pernah meminta sesuatu yang muluk-muluk kepada manajemen perusahaan tambang tersebut. "Masyarakat tidak meminta perhatian PT. AMNT seperti misalnya, mengguyurkan dana CSR ke Desa Maluk. Tidak!. Masyarakat Maluk hanya meminta PT. AMNT memanfaatkan Pasar Maluk untuk berbelanja kebutuhan makan para karyawannya. Itu saja. Sesederhana itu permintaan masyarakat," jelasnya.


Namun, tambah Mahfud, pihak PT. AMNT disebutnya tidak memiliki rasa iba, tidak punya empati kepada masyarakat Maluk, yang kalau musim hujan kena imbas banjir dari konsekuensi tambang dan kalau musim kemarau terkena hujan debu dari aktivitas pertambangan. "Pihak PT. AMNT tidak peduli dengan semua itu, apa yang dialami masyarakat Maluk," tambahnya.


Ditegaskan Mahfud, sebagai ketua asosiasi tempat para pedagang Pasar Maluk bernaung, tentunya ia akan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Maluk yang sebagian besar menggantungkan hidup mereka dari berjualan hasil sawah dan kebun di Pasar Maluk. Dan, pembelinya, seperti ketika PT. Newmont dulu beroperasi, adalah para karyawan PT. Newmont dan juga manajemen PT. Newmont sendiri.


"Sekarang tidak demikian. Sekarang hasil sawah dan kebun masyarakat Maluk, seperti sayur mayur dan lain-lainnya tidak bisa masuk ke PT. AMNT karena PT. AMNT membeli dan mendatangkan kebutuhan makanan para karyawannya dari luar Sumbawa Barat. Ini kan kejam namanya," sesal Mahfud.


Mahfud menjelaskan lagi, sudah bertahun-tahun kehidupan masyarakat Maluk yang berjualan di Pasar Maluk sangat memprihatinkan. Dagangan mereka tidak ada yang membeli. Lebih prihatin lagi ketika Covid-19 mewabah. Maluk sepi, mati suri. Dan, keprihatinan yang dialami masyarakat Maluk kian menjadi-jadi dengan kebijakan manajemen PT. AMNT yang mengkarantina seluruh karyawannya di dalam areal tambang.


"PT. AMNT tidak membiarkan para karyawannya berinteraksi keluar tambang, dengan berbelanja kebutuhan pokok mereka di Pasar Maluk. Akibat lainnya, kos-kosan milik warga juga kosong tidak berpenghuni karena kebijakan PT. AMNT yang menarik semua karyawannya untuk tinggal di dalam areal pertambangan," jelas Mahfud.


Dari semua keprihatinan masyarakat Maluk itu, PT. AMNT dikatakan Mahfud, telah begitu kejam kepada masyarakat Maluk dengan melanggar janji-janji manisnya kepada penduduk lokal lingkar tambang. Bahwa dulu sebelum beroperasi, PT. AMNT telah berjanji akan mensejahterakan kehidupan masyarakat lokal. Bahwa PT. AMNT akan menggeliatkan perekonomian penduduk lingkar tambang dengan cara membeli hasil sawah dan kebun masyarakat untuk kebutuhan makanan karyawan PT. AMNT.


"PT. AMNT memberikan kenyataan sangat pahit untuk masyarakat Maluk. Jika kebijakan PT. AMNT begini terus dan tidak bersedia memenuhi janji-janji manisnya kepada masyarakat Maluk, maka kami akan menutup saja Pasar Maluk dan masyarakat Maluk tetap akan melakukan aksi unjuk rasa ke PT. AMNT," kata Mahfud.


Soal unjuk rasa, masyarakat Maluk sudah melakukannya beberapa kali. Mereka tetap akan berunjuk rasa hingga PT. AMNT bersedia memenuhi tuntutan mereka. Setidaknya ada 11 tuntutan yang diajukan masyarakat Maluk. Antara lain, menuntut PT. AMNT melakukan pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat agar kehidupan mereka menjadi lebih baik, memberikan kembali dana CSR ke masing-masing desa lingkar tambang, pemulihan perekonomian masyarakat, memprioritaskan tenaga kerja lingkar tambang, membuka balai training di wilayah lingkar tambang, menutup akses rekrut satu pintu, pemberdayaan pengusaha lokal dengan mengaktifkan kembali Lokal Bisnis Inisiatif, memberikan kembali akses Vsitor, mendesak PT. AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang supplier, mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak desa dan menuntut perusahaan agar pengelolaan limbah Scrap melibatkan lembaga adat. 


Pewarta : Bayu Adjie

Editor : Purwandi

  • PT. AMNT Disebut Obral Janji kepada Masyarakat Maluk
  • 0

Terkini