Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Petani Desa Pandan Indah Temukan Penyelewengan Distribusi Pupuk,Siap Lapor Polisi

Seputar NTB
Selasa, 26 Januari 2021 | 17.02 WIB


Lombok Tengah, Seputar NTB,- Praktek penjualan pupuk bersubsidi ditemukan terjadi diluar kelompok tani berlangsung di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Bahkan, mereka juga menaikkan harga jauh diatas harga eceran tertinggi (HET).


Hal tersebut diketahui setelah ditemukan oleh warga sekitar terkait kasus penyelewengan pupuk bersubsidi di Gudang tepatnya Dusun Bolor Gejer Desa Pandan Indah.


Salah seorang saksi,Rafael mengungkapkan,

Dalam menyalahgunakan pupuk bersubsidi, pengecer ilegal ini justru menjual pupuk tersebut bukan kepada petani yang sudah terdaftar pada kelompok tani. Namun, mereka malah menjual kepada masyarakat umum, yang nota benenya bukan anggota kelompok tani. Bahkan, dengan harga diatas HET.


"Ini jelas bentuk pelanggaran. Aturannya, pengecer hanya boleh menjual kepada petani anggota kelompok tani,''terangnya. Selasa, (26/1/2021).


Melihat kejadian ini, kami selaku masyarakat yang menjadi petani merasa dibodohi dan pemerintah jangan tutup mata.


"Saya akan melaporkan ke pihak terkait seorang pengecer ilegal yang berinisial S menyalahgunakan pupuk bersubsidi dari pemerintah. pengecer itu berada di Desa Pandan Indah,Kecamatan Prabarda,''tegas Rafael.


Sedangkan menurut saksi lain Amaq Inda menyebutkan, terkait yang dilakukan pengecer ilegal itu menjual diatas HET. Dalam 100 Kg pupuk bersubsidi HET Rp 250 ribu Namun,di lapangan pengecer itu menjual dengan harga Rp 500 ribu. Bahkan,ada yang menjual lebih dari itu.


''Praktik ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, Pemerintah dan pihak terkait harus bertindak tegas, Jika dihitung nilainya sangat besar dan merugikan masyarakat,'' tandasnya.


Senada yang dikatakan saksi lain,Nurmal,Idim dan Haji Mahrup, Pengecer ilegal yang berinisial S itu harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya, sesuai dengan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15 tahun 2013, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi (P3B).Ancaman hukuman untuk pengecer,kata Normal,


"Hukuman penjara selama dua tahun. ''Barang bukti (BB) yang kami simpan berupa video dan dokumentasi lain sudah kami amankan berupa ratusan zak pupuk bersubsidi dari pengecer tersebut,'' tutupnya. 


Pewarta : Wildan 

Editor : Bayu Adjie

  • Petani Desa Pandan Indah Temukan Penyelewengan Distribusi Pupuk,Siap Lapor Polisi
  • 0

Terkini