Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Masyarakat lingkar Tambang AMNT Kembali Demo, Menuntut Pemulihan Ekonomi.

Seputar NTB
Senin, 25 Januari 2021 | 19.27 WIB



Sumbawa Barat, Seputar NTB.- Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang AMNT, di Maluk Sumbawa Barat, kembali menyuarakan tuntutan mereka ke PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Senin (25/1/2021). Gerakan dari masyarakat Malu itu sudah berdemo sejak pukul 07.00 Wita, di Gate 21 Alfa Benete PT. AMNT.


Massa yang berjumlah sekitar 50 orang itu menuntut pemulihan ekonomi. Mereka dipimpin Koordinator Umum, Yuni Bourhany dan Koordinator Lapangan, Mahfud Al-Asni. Sementara massa aksi terdiri dari pedagang pasar,  ojek, pemilik warung dan nelayan serta pengusaha kos-kosan di wilayah Kecamatan Maluk. Tampak pula di tengah-tengah massa, hadir John Ariyadi (eks pegawai PT. NNT), Jabar dari perwakilan Asosiasi Pedagang, Petani dan Peternak KSB, Hajatun (Nelayan) dan Yanti (Pedagang). 


Tuntutan aksi antara lain, menuntut PT. AMNT melakukan pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat untuk lebih baik, memberikan kembali dana CSR ke masing-masing desa lingkar tambang, pemulihan perekonomian masyarakat, memprioritaskan tenaga kerja lingkar tambang, membuka Balai Training di wilayah lingkar tambang, menutup akses rekrut satu pintu, pemberdayaan pengusaha lokal dengan mengaktifkan kembali LBI (Lokal Bisnis Inisiatif), memberikan kembali akses Vsitor, mendesak PT. AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang supplier, mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak desa, menuntut perusahaan agar pengelolahan limbah Scrap melibatkan lembaga Adat, transparansi terkait Smelter dan terakhir, menuntut perusahaan agar memecat saudara Yudha Ardinata (Manager Social Impact PT. AMNT) karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan warga lokal.


Dalam demo tersebut, massa membawa berbagai macam alat peraga, seperti satu unit mobil pick up, seperangkat pengeras suara lengkap dengan genset dan puluhan spanduk serta pamflet. Pada demo itu, orasi pertama disampaikan Mahfud Al-Asni sebagai koordinator lapangan. Ia menyampaikan tuntutan-tuntutan massa terhadap PT. AMNT dan berharap agar pihak yang berkepentingan di PT. AMNT mau menemui peserta aksi. 


Menurut Mahfud, PT. AMNT memiliki tanggung jawab sosial masyarakat. "Ada tiga hal pokok yang perusahaan harus ingat dan jika tidak dijalankan bisa ditutup yaitu, apabila ada penyalahgunaan kontrak dengan pemerintah, apabila ada pencemaran wajib ditutup dan perusahaan tidak memperhatikan masyarakat. 


Sementara itu, Yuni Bourhany selaku koordinator umum dalam orasinya menyampaikan 13 tuntutan terhadap massa kepada PT. AMNT dan meminta bertemu dengan Dirut PT. AMNT. "Kami juga meminta data kepada perusahaan untuk dilaksanakan trekking covid-19. Kita juga tidak akan bertemu dengan orang yang tidak berkompeten. Kita hanya mau bertemu dengan pemegang saham," katanya.


"Tujuan kita hari ini adalah berdialog. Kalau tidak ada respon, kita akan turun aksi selama 30 hari kerja," ancamnya menambahkan.


Yanti, perwakilan dari pedagang pasar, ikut bersuara dengan mengatakan PT. AMNT hanya memberikan masalah untuk masyarakat. "Ketika musim panas kami terdampak debu smelter. Dan musim hujan kami kebanjiran. Juga, kenapa PT. AMNT menurunkan karyawan yang terkena penyakit Covid-19. Mereka bukannya menyelesaikan masalah di dalam perusahaan, tapi diturunkan ke masyarakat. Tidak ada gunanya isolasi di luar daerah kalau hanya mendatangkan penyakit ke KSB," sesalnya.


Lain lagi dengan John Ariyadi, eks PT. NNT (Koordinator Maluk). Ia mengatakan bahwa PT. AMNT hanya mau enak saja ketika masalah Covid-19 di dalam perusahaan diturunkan dan dikembalikan kepada masyarakat. Menurut dia, PT. AMNT hanya merusak tatanan Maluk yang membuat Maluk selalu banjir. 


"Selama 22 tahun bekerja di PT. NNT tidak pernah ada demo berkelompok. Baru di zaman PT. AMNT demo seperti ini terjadi. PT. AMNT sengaja menyengsarakan masyarakat agar masyarakat terusir dan harga tanah turun," kata Ariyadi.


Hajatun dari perwakilan nelayan Benete, turut menyuarakan isi hati para nelayan. Ia mengatakan, setiap dagangan ikan mereka tidak pernah laku, karena ikannya selalu busuk. Ia meminta agar PT. AMNT membeli ikan mereka agar modal mereka tidak hilang. Mereka juga meminta kembali dana nelayan yang dulu diberikan agar diberikan lagi. "Masyarakat nelayan juga meminta air PDAM karena air kami asin," katanya.


Pukul 09.40 wita, massa menduduki jalan lintas Get Alfa 21 Benete. Dan, pukul 10.20 wita, massa mulai menyuarakan tuntutan mereka, dengan meminta pihak External Security mempertemukan massa dengan pihak PT. AMNT.


Dalam orasi tersebut, massa mengatakan bahwa sepenuhnya tanah emas ini merupakan hak sepenuhnya yang dimiliki oleh masyarakat dalam pengolahannya. Mereka menyesali karena sudah kesekian kali aksi dilakukan, tidak ada tanggapan positif yang diberikan oleh PT. AMNT. Yang ada malah kebijakan yang telah dibuat oleh PT. AMNT berdampak kemerosotan bagi masyarakat sehingga menjadi keterpurukan yang diterima oleh masyarakat Maluk.


Disebutkan,Yudha Jayadikarta selaku  Head Of Social Impact PT. AMNT, tidak memberikan tanggapan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat Maluk. Oleh sebab itu, Yudha disebut tidak mempunyai kapasitas apapun untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang dialami oleh masyarakat Maluk.


Kronologis lainnya darl demo tersebut, pada pukul 11.37 Wita, sempat terjadi insiden Kordum Aksi, Yuni Bourhany menghadang bus yang mengantar karyawan PT. AMNT. Akan tetapi bisa diamankan oleh aparat keamanan yang bertugas di lapangan. Pihak keamanan gabungan dari TNI, Polri dan security PT. AMNT.


Pukul 12.00 Wita, massa tambahan datang dari Taliwang, yaitu dari kelompok Gerakan masyarakat Sumbawa Barat (Geram) sebanyak 10 orang, yang dipimpin Firman Jawas.


Harun langsung memberikan orasi begitu datang di titik pusat demo. "Kami sangat kecewa dengan keberadaan tambang PT. AMNT di wilayah kami, karena tidak ada memberikan distribusi apapun buat masyarakat Sumbawa Barat," katanya.


"Aturan yang dibuat PT. AMNT sangat tidak masuk akal. Kenapa saya bisa mengatakan demikian, karena dalam pelaksanaan isolasi maupun ketemu keluarga atau menjenguk keluarga yang sakit saja tidak diperbolehkan. Ada apa dengan kebijakan tersebut," tambah dia.


"Kenapa tambang ini diisi oleh orang-orang yang tidak memiliki hati dengan melihat ekonomi di Sumbawa Barat, khususnya Kecamatan Maluk sangat terpuruk. Buka mata wahai penguasa, jangan buat rakyat menjerit dan terancam dengan keberadaan tambang yang tidak bertanggung jawab seperti PT. AMNT," tambah Firman.


Harun mengancam bahwa pihak PT. AMNT jangan melihat jumlah massa yang demo hari ini. "Memang jumlahnya sedikit, tapi jangan sampai ledakan sosial itu terjadi di tengah masyarakat Sumbawa Barat yang tidak terima dengan keberadaan PT. AMNT karena tidak pernah memperhatikan kami sebagai yang mempunyai daerah dimana PT. AMNT mengambil hal yang bermanfaat," katanya.


Pukul 13.05 Wita, Korlap aksi menyampaikan kepada peserta aksi massa bahwa mereka sudah mendapat jawaban dari perwakilan PT. AMNT, H. Yuda, melalui telepon jika mereka memberikan kesempatan berkoordinasi ke manager pusat PT. AMNT dan akan difasilitasi dialog di lain waktu dengan cara pertemuan, bukan aksi unjuk rasa


Pukul 13.15 Wita, unjuk rasa selesai berjalan dengan aman dan lancar dan para aksi massa membubarkan diri menuju rumah masing-masing. Namun,aksi tetap akan dilaksanakan selama 30 hari kedepan, sampai tuntutan aksi massa dijawab oleh PT. AMNT. Aksi itu sendiri terlihat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19. 


Pewarta : Bayu Adjie

Editor : Purwandi

  • Masyarakat lingkar Tambang AMNT Kembali Demo, Menuntut Pemulihan Ekonomi.
  • 0

Terkini