Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Lagi, Masyarakat Lingkar Tambang Lakukan Unjuk Rasa di PT. AMNT

Seputar NTB
Rabu, 27 Januari 2021 | 17.58 WIB


Sumbawa Barat, Seputar NTB.- Masyarakat Lingkar Tambang di Maluk, Sumbawa Barat, kembali melakukan unjuk rasa ke PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), Rabu (27/1/2021), pukul 07.30 Wita. Titik unjuk rasa tetap dipusatkan di Gate Benete PT. AMNT.


Unjuk rasa oleh Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang ini, merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya. Dalam aksi kali ini, ada upaya pemblokiran akses Gate Benete PT. AMNT oleh Yuni Bourhany, selaku Kordum Kelompok Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang) dan Jhon Ariadi, mantan karyawan PT. NNT) dengan peserta massa lainnya sekitar 10 orang.


Sementara terkait tuntutan aksi unjuk rasa, masih sama dengan tuntutan pada aksi sebelumnya. Antara lain, menuntut PT. AMNT melakukan pemberdayaan terhadap seluruh lini kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik, memberikan kembali dana CSR ke masing-masing desa selingkar tambang, pemulihan perekonomian masyarakat, memprioritaskan tenaga kerja di lingkar tambang, membuka Balai Training di wilayah lingkar tambang, menutup akses rekrut satu pintu, pemberdayaan pengusaha lokal dengan mengaktifkan kembali LBI (Lokal Bisnis Inisiatif), memberikan kembali akses Vsitor, mendesak PT. AMNT agar menggunakan jasa buruh untuk bongkar muat barang Supplier, mengembalikan wewenang parkir Gate Benete ke pihak desa, menuntut perusahaan agar pengelolahan limbah Scrap melibatkan Lembaga Adat, transparansi terkait Smelter dan menuntut perusahaan agar memecat Yudha Jayadikarta (Manager Social Impact PT. AMNT) karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan warga lokal.


Ketika aksi dimulai, Yuni Bourhany (Kordum Kelompok Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang) dan Jhon Ariadi (eks Karyawan PT. NNT) tiba di Gate Benete PT. AMNT untuk melakukan pemblokiran akses gate atas kekecewaan karena tidak mau ditemui oleh pihak manajemen PT. AMNT, terkait tuntutan aksi unjuk rasa di hari Senin (25/1/2021) lalu.



Namun karena adanya komunikasi dari Kabag Ops Polres Sumbawa Barat dengan Yuni Bourhany, maka aksi pemblokiran akses Gate Benete tidak jadi dilaksanakan. Dan, saat itu sempat menyusul Dani alias Dani Croes dari Kelompok Gerakan Masyarakat Sumbawa Barat, yang datang mencari keadilan. Dia langsung bergabung dengan Yuni Burhany dalam upaya pemblokiran akses Gate Benete.


Di tengah-tengah massa, menyusul hadir Korlap Aksi Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang beserta tujuh massa aksi dengan membawa alat pengeras suara serta alat peraga berupa spanduk dan pamflet yang dipasang pada pagar lokasi parkir PT. AMNT.


Dalam orasinya, Yuni Bourhany menyatakan kekecewaannya atas sikap manajemen PT. AMNT yang tidak mau menemui mereka. "Kami ingin tanah kami dihargai, jangan membawa masalah sosial di wilayah Maluk," teriaknya.


Menurut Yuni, PT. AMNT adalah penjajah yang merusak tatanan masyarakat Maluk dan KSB. "Ini adalah penjajahan bidang ekonomi. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah hingga Kecamatan bersikap apatis, tidak peduli dengan nasib rakyatnya," katanya.


Mahfud, Korlap Aksi Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang turut bersuara. Ia mengatakan PT. AMNT menyumbangkan suspect Covid terbanyak di KSB. Karyawan di lockdown ibarat penjara. "Pemegang kebijakan PT. AMNT adalah seorang diktator. Mereka memperbudak karyawan dan masyarakat. Kami masyarakat tidak mendapat kontribusi baik. Ekonomi Pasar Maluk lumpuh total, tidak ada pelanggan kami dari karyawan AMNT karena mereka di penjara di tambang. Kami menuntut hak-hak kami yang dirampas oleh PT. AMNT," bebernya dengan lantang.


Disela-sela unjuk rasa, pukul 10.31 Wita, Sekcam Maluk, Hendra Jaya, melakukan koordinasi dengan Korlap massa aksi, Mahfud. Adapun inti komunikasinya, yaitu massa aksi mengharapkan dialog dengan pihak manajemen PT. AMNT yang difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Maluk. Massa aksi mengharapkan Sekcam untuk membuat undangan kepada manajemen PT. AMNT agar bisa dipertemukan dengan massa aksi Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang.


Dari komunikasi itu, pihak Pemerintah Kecamatan Maluk berjanji akan mengkoordinasikan dengan instansi terkait dan juga dengan pihak manajemen PT. AMNT. Dan selanjutnya, massa aksi yang dikoordinir Yuni Bourhany, Mahfud dan Tonjer melakukan pertemuan dengan Sekcam Maluk. 


Inti pembahasan pada pertemuan itu, adalah perwakilan massa aksi tetap menginginkan untuk bertemu dengan Camat Maluk, sementara Camat Maluk sendiri saat itu sedang tidak berada di kantornya karena masih melaksanakan rapat di Taliwang.


Pada aksi kali ini, massa aksi juga sempat melaksanakan silaturahmi dengan seluruh Kades di wilayah Lingkar Tambang, yang kebetulan di waktu yang sama, para Kades sedang melaksanakan rapat di Depot Youla Pantai Mantun, Desa Mantun, Kecamatan Maluk. Yuni Bourhany mengharapkan para kades juga turut memperjuangkan nasib rakyat di Lingkar Tambang.


Pukul 14.00 Wita, Yuni Bourhany kembali melakukan pemblokiran akses Gate Benete PT. AMNT. Namun lagi-lagi dilakukan koordinasi oleh Kabag Ops, Kapolsek Maluk, dan Danki Brimob dengan Wahyuni Bourhany, sehingga tindakan pemblokiran itu urung dilakukan.


Aksi unjuk rasa tersebut tetap berlangsung tertib, aman dan lancar, hingga massa aksi membubarkan diri dan kembali pulang ke kediaman masing-masing. Aksi massa sendiri akan tetap berlanjut selama 30 hari. Demo hari ini merupakan aksi yang keempat kali. 


Pewarta : Bayu Adjie

Editor : Purwandi

  • Lagi, Masyarakat Lingkar Tambang Lakukan Unjuk Rasa di PT. AMNT
  • 0

Terkini