Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Galakkan Kawasan Tanpa Rokok,Lombok Utara Terima Penghargaan Pastika Parahita

Seputar NTB
Sabtu, 02 Juni 2018 | 08.21 WIB

Lombok Utara - Prestasi membanggakan kembali diukir Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Kali ini, Pemkab mendapat penghargaan Pastika Parahita dari Kementerian Kesehatan di Jakarta kemarin. Penghargaan ini terkait adanya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) milik Pemkab untuk menanggulangi bahaya asap rokok.

Penyerahan penghargaan ini bertepatan dengan hari tanpa tembakau sedunia 2018 yang diselenggarakan di Ruang Aula Siwabessy, Kantor Kemenkes RI, Jakarta, Kamis (31/05/2018).

Penghargaan tersebut diserahkan Direktur Jenderal Pencegahan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara,Khaerul Anwar, SKM, M.Kes.Penghargaan Pastika Parahita ini diberikan kepada daerah yang sudah mempunyai perda KTR dan diharapkan penerapannya kian maksimal.

Bupati Lombok utara DR H.Najmul Ahyar SH MH hadir langsung saat penyerahan penghargaan Pastika Parahita di dampingi wakil Ketua DPRD kab.lombok utara Sudirsah Sujanto,S.Pd.B,S.IP dan ketua komisi III DPRD KLU Narsudin S.Sos.Pada kesempatan itu Bupati Lombok Utara menyampaikan bahwa ini adalah bentuk sinergi yang baik antara DPRD Kabupaten Lombok Utara dan Pemda KLU dalam rangka mensukseskan program pemerintah yang di canangkan oleh presiden RI tentang GERMAS yaitu Gerakan Masyarakat Sehat.

Wakil ketua DPRD KLU sudirsah sujanto dalam kesempatan yang sama juga merasa bangga atas penghargaan yang di terima Pemda Lombok Utara, masyarakat Kabupaten Lombok Utara tidak boleh sembarang merokok di tempat umum. Lantaran telah memiliki Perda KTR untuk melindungi kesehatan masyarakat yang tidak merokok. Perda ini sudah sesuai dengan kesepakatan antara Pemkab dengan Legislatif.

“Di Kabupaten Lombok Utara tidak boleh sembarang merokok. Karena beberapa tempat sudah dinyatakan bebas asap rokok. Terutama tempat yang menjadi area publik,” ujar Sudirsah Sudjanto kepada Seputar NTB.

Dia menyebut, beberapa tempat dilarang merokok itu seperti rumah sakit, puskesmas, area perkantoran, terminal dan taman.
“Bagi masyarakat yang perokok, dilarang untuk merokok di tempat-tempat yang telah ditentukan. Bisa merokok di ruangan maupun tempat yang disediakan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Sudir ini melanjutkan, Perda KTR tersebut sudah disahkan oleh Legislatif sejak bulan Maret 2017 lalu dan saat ini penerapannya terus dimaksimalkan.

“Seperti diketahui, keberadaan rokok berbahaya bagi kesehatan, khususnya kepada masyarakat yang bukan perokok, perempuan, ibu hamil dan balita. Sehingga keberadaan rokok harus dikendalikan melalui Perda KTR ini,” kata Sudirsah

Melalui penghargaan tersebut pihaknya berjanji akan semakin memacu penerapan Perda KTR tersebut.Wakil Ketua DPRD ini melanjutkan, dengan diraihnya penghargaan tersebut, merupakan komitmen Pemkab dengan Legislatif untuk melindungi kesehatan masyarakat. Sehingga masyarakat terhindar dari macam penyakit yang disebabkan oleh rokok.

“Pencegahan dan pengendalian penyakit akibat dari rokok menjadi perhatian kami. Karena hal tersebut berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Sehingga, kualitas kesehatan masyarakat menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pewarta : Bayu Aji
Editor : Bayu


  • Galakkan Kawasan Tanpa Rokok,Lombok Utara Terima Penghargaan Pastika Parahita
  • 0

Terkini