Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Kadis Pendidikan Kota Mataram Bantah Tudingan Pungli

Seputar NTB
Jumat, 25 Mei 2018 | 17.19 WIB


Mataram - Paska ditetapkan sebagai tersangka Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram dalam kasus dugaan pungutan,Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H Sudenom membantah tudingan yang menyebut dirinya melakukan pungli. Ia membantah keras penarikan yang dilakukan untuk biaya perjalanan dinas ke luar kota. ‘’Itu tidak benar,’’ ujarnya di Mataram, kemarin (24/5).

Namun diakuinya, ia meminta bantuan kepada beberapa kepala sekolah (Kepsek). Uang tersebut digunakan untuk berobat lantaran beberapa waktu lalu, dirinya mengidap penyakit stroke. Bantuan yang diberikan pun disebutnya cuma-cuma dan diberikan secara ikhlas.

Saat itu, dirinya memerintahkan kepada bawahannya, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Kabid Ketenagaan meminta bantuan ke beberapa Kepsek. Sehingga dimungkinkan adanya perkataan yang disampaikan oleh bawahannya yang salah ke beberapa kepsek.

“Mungkin kata-katanya yang salah. Kalau saya meminta bantuan kepada Kepsek yang kira-kira mampu memberikan saya (bantuan). Itu pun bukan dari uang sekolah, tapi dari uang pribadi, karena yang namanya saya sakit. Pikiran tidak tenang, akhirnya saya meminta tolong ke Kepsek yang kira-kira mampu secara ekonomi,’’ ungkapnya.

Kemudian uang tersebut dikumpulkan oleh dua orang Kabid. Saat itu, yang menyerahkan uang sebanyak 16 kepala sekolah. Masing-masing Kepsek menyerahkan Rp 2 juta. Padahal kata dia, ia tidak pernah mengharapkan uang tersebut akan terkumpul.

Katanya, jika uang tersebut dikumpulkan, secara psikologis juga orang-orang itu akan merasa ditekan. Mereka bukan tidak mungkin akan malu untuk tidak mengeluarkan.

Seharusnya, bebernya, uang itu tidak dikumpulkan. Pihaknya menyayangkan proses pengumpulan uang tersebut.

Ditegaskannya, dirinya memang tidak pernah berniat menarikan uang ke sejumlah Kepsek. Padahal, dirinya bisa saja menarik dana ke seluruh kepala sekolah di Mataram.

‘’Tapi itu khusus kepada kepala sekolah yang saya anggap mampu dan dekat dengan saya dan tidak malu untuk minta pinjam. Suatu saat kalau dia minta kembali uangnya akan saya kembalikan. Saya itu minta bantuan, bukan minta,’’ jelasnya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengaku pernah dipanggil ke kejaksaan untuk dimintai keterangan. Dalam pemanggilan itu, ia mengaku diberikan dua pertanyaan.

Pertanyaan yang dilontarkan yakni, tahu tidak dirinya ada pungli di sekolah. Terhadap jawaban itu, ia mengaku tidak tahu. “Kalau saya pikir itu seperti ada orang datang membawa uang saat saya sakit. Besarannya saya tidak tahu. Mungkin itu saya anggap dana kemanusiaan. Siapa sih yang tidak terenyuh melihat orang sakit,’’ ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Surat penetapan sebagai tersangka dari Kejaksaan sudah diterimanya. Kedepannya, ia mengaku pasrah untuk menghadapi cobaan yang diterimanya. Kasus ini akan dijadikan pelajaran untuk dirinya dan masyarakat.

Ia juga mengaku tetap akan koperatif dengan kejaksaan yang menangani kasus ini. ‘’Kita hadapi saja, memang sudah nasib kan. Apa yang sudah kita lakukan mungkin jadi pelajaran untuk semua orang. Kalau ini dikatakan pungli ya tidak apa-apa. Mau dibilang apa sama orang juga silahkan. Saya hadapi sesuai dengan aturan saja,’’ katanya.

Sementara itu, Plh Sekda Kota Mataram Wartan mengatakan, ia meminta semua pihak memegang prinsip praduga tak bersalah. ‘’Ini kan masih tersangka dan belum tentu dia melakukan seperti yang disangkakan,’’ ujarnya

Sebagai bagian dari keluarga besar Pemkot Mataram, ia mengaku prihatin dengan kondisi yang dihadapi Kepala Dinas Pendidikan tersebut. Saat ini, Pemkot Mataram sedang mengkaji aturan untuk memberikan bantuan hukum.

‘’Tadi saya sudah membesarkan hatinya. Kita minta dia tetap kooperatif. Kita berdoa supaya dia tidak seperti yang disangkakan,’’ katanya.

Terpisah,kalangan Komisi I DPRD Kota Mataram mengaku turut prihatin terhadap kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan pejabat Kota Mataram. Kasus ini, harus menjadi atensi bersama terutama kepala daerah terhadap jajaranya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, H Ehlas MH mengatakan, kasus pungli yang ditangani Kejari Mataram saat ini menjadi perhatian serius. Berapa kasus telah terjadi di Kota Mataram dari tingkat bawah sampai atas.

‘’Kita harapkan ada tindakan tegas dari kepala daerah, terhadap beberapa kasus saat ini,’’ katanya.

Ditegaskan, kasus pungli salah satu kepala dinas (Kadis) harus menjadi pembelajaran serta ada penindakan serius dari kepala daerah. Selain itu, sikap, mereka apakah ada pembelaan atau tidak.  ‘’Kita harapkan ada kejelasan sikap dari kepala daerah,’’ singkatnya.


Pewarta : Bayu Aji
Editor: Bayu

  • Kadis Pendidikan Kota Mataram Bantah Tudingan Pungli
  • 0

Terkini