Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Menjelang Dua Tahun Pemerintahan Husni-Mo Wilayah Terisolir Hampir Tuntas

Seputar NTB
Senin, 05 Maret 2018 | 21.26 WIB
Sumbawa Besar, Seputar NTB - Salah satu prioritas utama pada pemerintahan Husni-Mo (HM. Husni Djibril, BSc. dan Drs. H. Mahmud Abdullah) adalah membangun infra struktur untuk memudahkan akses, sekaligus menunjang kelancaran roda perekonomian masyarakat. Secara geografis, Kabupaten Sumbawa memiliki wilayah terluas di Provinsi NTB, yaitu 11.556,44 km2 atau 45,52% dari luas provinsi NTB. Di satu sisi, dalam beberapa dekade masih ada beberapa wilayah kecamatan yang terisolir. Oleh karena itu, memasuki era pemerintahan Husni-Mo, tanggal 17 Februari 2016 infrastruktur jalan menjadi perhatian utama. Kini, menjelang dua tahun pemerintahannya sudah 80 persen wilayah terisolir dapat diakses dengan kondisi jalan mantap.  

Tahun 2016 lalu telah dilaksanakan peningkatan dan pemeliharaan jalan kabupaten dan infrastruktur pendukung sepanjang 105,19 km dengan anggaran kurang lebih 149 milyar rupiah, termasuk di dalamnya akses ruas jalan lantung-ropang, teladan-kelawis, batu dulang-tepal, pelita-batu rotok, mata-toloi, brang rea-sempe. Pada tahun 2017 dielanjutkan pekerjaan tahun 2016 sepanjang 78,5  km, dengan anggaran sekitar 111 milyar rupiah, meliputi ruas ropang-lebin, labangkar-ranan, lantung-ropang, lantung ai mual-lantung pedesa, ropang-lawin, simpang lawin-labangkar, pelita-batu rotok, batu dulang-tepal, dan teladan-kelawis serta beberapa ruas jalan di kecamatan alas, sumbawa, dan unter iwes.

Dalam upaya membawa Kabupaten Sumbawa menjadi lebih maju, pembangunan infrastruktur jalan difokuskan pada kawasan-kawasan pertumbuhan yang kondisi jalan dan jembatan tidak mantap menjadi mantap, guna meningkatkan akses perekonomian masyarakat, dimana kemantapan jalan sampai dengan akhir tahun 2017 ini telah tercapai sebesar 63,74% (606,51 km) dari panjang ruas jalan yang berstatus jalan kabupaten sepanjang 951,51 km. sedangkan jembatan berjumlah 202 buah (2.595,50 meter), yang tersebar di 24 kecamatan.

Begitu pula untuk membuka keterisoliran masyarakat dari akses informasi, pada tahun 2016 (beberapa bulan setelah dilantik) berhasil dibangun AKSES internet desa sebanyak 28 unit, atas bantuan Kementerian Kominfo, dua di antaranya ditempatkan di desa senawang kecamatan orong telu dan desa lunyuk ode kecamatan lunyuk, sehingga dalam tempo kurang dari satu tahun terjawab sudah harapan masyarakat untuk bisa mengakses informasi melalui telepon seluler dan internet.

Pada tahun 2017, kembali pemerintah kabupaten sumbawa menerima bantuan dari kementerian kominfo ri berupa pembangunan menara telekomunikasi daerah terpencil sebanyak 7 desa, yaitu di desa senawang kecamatan orong telu, desa sempe kecamatan moyo hulu, desa mata dan desa tolo’oi kecamatan tarano, desa tangkam pulit dan desa bao desa kecamatan batulanteh, serta dusun sampar bontong desa emang lestari kecamatan lunyuk. sedangkan 4 desa lainnya, yakni desa lebin, desa lawin, desa ranan, dan desa lebangkar kecamatan ropang juga akan dibangun fasilitas yang sama pada tahun 2017 ini.

Dalam bidang pertanian, produksi padi Kabupaten Sumbawa terus meningkat, hingga daerah INI tetap menjadi salah satu lumbung beras yang menopang keberlanjutan program ketahanan pangan secara nasional. di tahun 2016 saja produksi padi kita mencapai 432.729 ton dari target 432.436 ton. begitu pula jagung yang memiliki prospek sangat menjanjikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sumbawa, tahun 2016 produksi jagung mencapai 467.240 ton melampaui target yang ditetapkan sebesar 262.500 ton. Kemudian mulai tahun 2017 Kabupaten Sumbawa menargetkan produksi JAGUNG satu juta ton per-tahun; dan untuk mendorong keberhasilan target tersebut TELAH DIformulasikan sebuah program aksi gerakan masyarakat agribisnis jagung, integrasi sapi atau yang disingkat dengan gema jipi. 

Di kabupaten Sumbawa terdapat 63 pulau-pulau kecil, 6 (enam) di antara yang berpenghuni yakni pulau moyo/taman buru nasional, pulau medang, pulau bungin, pulau kaung, pulau ketapang / gili tapan, dan pulau ngali / tete. kemudian secara administrasi kabupaten sumbawa terbagi dalam 24 kecamatan, 157 desa dan 8 kelurahan. 

Untuk bidang sumber daya air difokuskan pada pengembangan jaringan irigasi dan pembangunan bendung dan embung dalam mendukung ketahanan pangan nasional, di mana daerah irigasi kabupaten sumbawa berjumlah 71 di (daerah irigasi). Adapun luas daerah irigasi sebesar 17.261 ha dengan panjang jaringan 282.918 meter. dimana saat ini baru mencapai 54,84% dalam kondisi baik (saluran pasangan). jumlah bendung 128 unit, embung 26 unit, dan bendungan 4 unit. adapun capaian penanganan bidang sumber daya air selama 2 tahun ini antara lain rehabilitasi bendung sebanyak 59 unit, normalisasi sungai 12.462 meter, pembangunan bronjong tebing sungai 3.901 meter, pembangunan/rehab jaringan irigasi sepanjang 20.853 meter, dan pembangunan pengaman pantai sepanjang 1.013 meter.

Di tahun 2018, pengembangan infrastruktur yang akan dilaksanakan, antara lain adalah pembangunan bendungan Beringin Sila, lanjutan penanganan jaringan jalan akses lingkar utara kota sumbawa besar (samota), lanjutan penanganan jalan garuda, dan lingkar utara kota alas, serta peningkatan jalan kabupaten sepanjang 40,83 km dan pembangunan jembatan sepanjang 135 meter (5 buah jembatan

Untuk bidang tata ruang difokuskan pada penyusunan regulasi dalam mendukung kawasan-kawasan pertumbuhan baru dan pariwisata, salah satunya adalah revisi rencana tata ruang wilayah kabupaten sumbawa. dan untuk bidang jasa konstruksi difokuskan pada bintek pengadaan barang/jasa di 24 kecamatan serta pemberian sertifikat pada tenaga tukang sebanyak 130 orang yang bekerjasama dengan PT Semen Gresik.

Salah satu kendala penuntasan peningkatan jalan di Kabupaten Sumbawa adalah dalam beberapa dekade terdapat jalan non status, yaitu jalan yang ada di kawasan eks transmigrasi dan beberapa kawasan lainnya. namun demikian jalan-jalan tersebut telah diinventarisasi dan diusulkan pembangunannya ke pemerintah pusat senilai lebih kurang 19 milyar.

Dalam bidang pengembangan perekonomian desa, tahun 2017 telah diluncurkan program unggulan “Desa Bebas Rentenir”, dengan penyaluran kredit khusus tanpa bunga untuk petani miskin, berupa Krabat (Kredit Sahabat). Untuk tahap pertama telah digelontorkan sebesar 15 milyar untuk 75 desa; dan tahun 2018 dialokasikan dana tambahan sebesar 5 milyar untuk desa desa yang belum mendapatkan program tersebut. Tahun 2020 ditargetkan 157 desa se Kabupaten Sumbawa sudah menikmati Krabat. 

Pada tahun 2018 ini Kabupaten Sumbawa kembali mendapatkan  Dana Alokasi Khusus (DAK) Infrastruktur pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan nilai sebesar 49,79 Milyar, untuk beberapa ruas jalan yang telah direncanakan; dan mengacu kepada peraturan yang berlaku. (Jim/Hms)
  • Menjelang Dua Tahun Pemerintahan Husni-Mo Wilayah Terisolir Hampir Tuntas
  • 0

Terkini