Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Diperpanjang 50 Hari, Proyek Ruas Jalan Salit-Batumelik Tetap Tak Tuntas

Seputar NTB
Senin, 19 Maret 2018 | 15.35 WIB
Taliwang, Seputar NTB - Meski telah diberi kebijakan oleh pemerintah daerah, berupa perpanjangan waktu pelaksanaan proyek atau yang lebih dikenal dengan addendum selama 50 hari, hingga kini proyek ruas jalan Salit-Batumelik masih di kerjakan dan belum tuntas

Dari pantauan Seputar NTB yang turun langsung di lapangan, masih banyak item pekerjaan major yang belum dikerjakan, di sejumlah titik terlihat dibiarkan tidak selesai aspalnya pun banyak yang hancur. Sementara di beberapa sisi lain masih tetap dikerjakan, meskipun waktu sudah habis.

“Kami tidak tahu mas soal itu (habisnya masa perpanjangan waktu, Red). Kami cuma pekerja saja. Disuruh kerjakan ya kami kerjakan,” ujar salah satu pekerja yang tengah menyelesaikan pemerataan tanah di proyek ruas jalan tersebut

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Tokoh dan warga di sekitar proyek tersebut. Warga pun menyuarakan sorotan tajam. Warga meminta kepada pemerintah daerah untuk bersikap tegas, sesuai dengan peraturan yang ada dan meminta DPR tidak menutup mata supaya turun ke lokasi proyek. Menurut salah satu Tokoh warga di sana, Mukhlis, sesuai dengan aturan dalam Pasal 120 Peraturan Presiden (Perpres) No. 70 Tahun 2012, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kepada pelaksana proyek atau kontraktor yang terlambat menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, maka akan dikenakan sanksi denda.

Dendanya yakni 1/1.000 dari nilai kontrak untuk setiap hari keterlambatan. Selain itu, lanjut dia, penyedia barang/jasa yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak juga bisa diberi sanksi administratif, pencantuman dalam daftar hitam (Black List), gugatan secara perdata, dan pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang.

“Kemudian sanksi lainnya, jaminan pelaksana sebesar 5 persen dari nilai kontrak hangus, atau tidak bisa diambil lagi oleh pihak kontraktor. Jaminan pelaksana akan dicairkan dan dimasukkan ke kas daerah,” ungkap Mukhlis kepada Seputar NTB, jum'at (16/03).

Ditambahkan, jika perpanjangan waktu (50 hari) sudah habis, hal pertama yang harus dilakukan oleh pihak pemerintah adalah memutus kontrak. “Setelah diputus kontraknya, maka selanjutnya jalankan aturannya. Kenakan denda, dan jaminan pelaksana dicairkan kemudian dikembalikan ke kas negara. Bukan itu saja, perusahaan tersebut diblacklist,” tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Bina Marga Armayadi sekaligus sebagai PPK di paket proyek tersebut mengatakan, terhadap proyek yang tidak selesai sesuai kontrak, maka akan di putus kontraknya. Mengenai pembayaran, akan dibayar sesuai dengan progress yang diselesaikan.

Selanjutnya, kata Armayadi, kepada pihak ketiga atau pelaksana proyeknya dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang ada. Yaitu berupa denda 1/1000 atau 0,1 persen per hari atau 5 persen (untuk 50 hari) dari nilai kontraknya. Sedangkan mengenai blacklist terhadap kontraktor, akan dilihat lagi nanti. Dia mengaku, belum mengetahui apakah kontraktor akan di blacklist atau hanya di sanksi administrasi saja.

Armayadi menjelaskan untuk proyek ruas jalan Salit-Batumelik yang dikerjakan oleh rekanan PT Bunga Raya Lestari sudah selesai dan sekarang masuk dalam pemeliharaan. 

“Proyek ruas jalan salit-batumelik sudah selesai setelah diperpanjang 50 Hari kerja, kemaren terlambat karena faktor cuaca ekstrem yang terjadi di penghujung 2017”,katanya.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, M Nasir ST, saat dihubungi Seputar NTB terkait pekerjaan proyek ruas jalan Salit-Batumelik yang dianggap bermasalah beliau belum berani berkomentar,masih mau berkoordinasi dengan Komisi terkait. “Saya belum bisa berkomentar namun kami pastikan ini akan di jadikan input dan akan di bahas dengan komisi III”, pungkasnya. (By)
  • Diperpanjang 50 Hari, Proyek Ruas Jalan Salit-Batumelik Tetap Tak Tuntas
  • 0

Terkini