Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

PPK : Buruh Bangunan Geruduk Dinas PU Kota Mataram Karena Upah Telat Dibayar Mereka Salah Alamat

Seputar NTB
Kamis, 07 September 2017 | 18.46 WIB
PPK : Buruh Bangunan Geruduk Dinas PU Kota Mataram Karena Upah Telat Dibayar Mereka Salah Alamat
Mataram, Seputar NTB - Sejumlah buruh bangunan yang “menggedor” kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, jumat (25/8) lalu, untuk menagih upah mereka yang belum dibayar dinilai salah sasaran. Pasalnya, upah buruh proyek yang sedianya sudah mereka terima namun belum itu telah di limpahkan tanggung jawabnya kepada rekanan kontraktor yang memenangkan tender.

Dalam hal ini, proyek pengerjaan peningkatan jaringan irigasi DI Kota Mataram dengan pagu Rp 4,4 milyar tersebut dimenangkan oleh PT Total Bangun Multi Sarana. Perusahaan tersebut memenangkan tender dengan penawaran terendah senilai Rp 3.1 milyar. Namun dalam pelaksanaan pengerjaan yang baru dikerjakan setengah jalan tersebut terkendala upah buruh yang belum dibayar oleh pihak mandor.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas PU kota Mataram, I Wayan Bayu, ST, kepada media ini, selasa (5/9), di Mataram, menegaskan, terkait persoalan buruh bangunan yang mendatangi dinas PU kota Mataram sebenarnya tidak sepenuhnya menjadi urusan dinas PU. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya untuk mencarikan jalan keluar.

Masalah tenaga kerja, dikatakan Bayu, pihaknya sudah menyerahkan wewenangngnya kepada rekanan kontraktor. Pihaknya hanya melakukan fungsi pengawasan. “Itu sebenarnya lebih kepada kesalah fahaman di lapangan saja. Kalau mengacu pada aturan, itu sudah di serahkan sepenuhnya kepada rekanan”, ungkapnya.

Persoalan pembayaran gaji buruh, dikatakan Bayu, bukanlah ranah pihaknya. Melainkan lebih ditekankan pada capaian volume pekerjaan. “Dalam kontrak sudah ada berita acara serah terima pekerjaan”, lanjutnya.

Bayu juga menampik persoalan pembayaran buruh tidak sepenuhnya bermasalah. Melainkan hanya sebagian kecil dari mandor yang belum memberikan upah para tukangnya. “Ruas ini banyak titik pekerjaan. Ternyata hanya beberapa titik yang bermasalah yaitu di mandor di ruas itu saja”, bebernya.

Ditempat terpisah, pihak kontraktor, Firman, kepada media ini juga menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah memberikan pembayaran sesuai dengan termin. Namun menurutnya, upah buruh bangunan yang mengaku belum dibayar haknya dinilai salah faham. “kalau dari pihak kami, perusahaan, sudah clear semua. Saya diminta untuk menengahi, ya saya penuhi sebagai bentuk tanggung jawab”, pungkasnya.

Firman juga menilai sejumlah buruh bangunan yang mendatangi kantor dinas pekerjaan umum beberapa waktu lalu salah alamat. Dinas PU menurutnya, selaku pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) telah melimpahkan tanggung jawab penuh kepada perusahaan pemenang tender sesuai dengan kontrak kerja, dalam hal ini adalah perusahaan yang di nahkodainya tersebut.

“Sebenarnya mereka salah alamat. Ternyata permasalahan bukan di Dinas (PU red.) dan di pihak perusahaan, tapi di mandor dan tukang. Tapi sudah saya pertemukan sebagai wujud tanggung jawab saya “, tutupnya. (LN).
  • PPK : Buruh Bangunan Geruduk Dinas PU Kota Mataram Karena Upah Telat Dibayar Mereka Salah Alamat
  • 0

Terkini