Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

PGRI Loteng Bantah Lakukan Pungli

Seputar NTB
Senin, 10 Juli 2017 | 02.28 WIB



LOTENG,SEPUTARNTB. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Lombok Tengah (Loteng) membantah keras tudingan dugaan praktik pungutan liar (Pungli) yang dilakukan dalam pemotongan gaji 13 guru PNS di wilayah Lombok Tengah. 

Ketua PGRI Loteng, HL Dipta menuturkan, pungutan atau penarikan sumbangan yang dilakukan itu berdasarkan hasil rapat semua ketua PGRI yang ada di kecamatan. Sehingga keputusan juga diambil dari rapat yang sebelumnya dilakukan. Selain itu, iuran tersebut sudah menjadi kesepakatan sejak awal di PGRI. Untuk itu, pihaknya menolak jika dikatakan melakukan pungutan liar (Pungli) kepada guru.

"Hanya pengurus cabang saja yang ikut rapat. Kalau semua guru tidak mungkin,  tapi tetap ada kesepakatan,” ujar Dipta kepada Wartawan, Jumat (7/7).

Meski demikian, pihaknya tidak membantah terkait adanya pemotongan gaji ke 13 bagi guru se Loteng ini. Dana sumbangan tersebut diperuntukan untuk melanjutkan pembangunan gedung yang selama ini belum jadi.

“Itu berdasar hasil rapat semua ketua cabang PGRI se Loteng. Dan sepakat untuk diambil dari gaji 13,” ungkapnya.

Selain itu, dikatakan jika informasi pemotongan Rp 250 merupakan total keseluruhan sumbangan atau iuran yang dibayarkan setiap bulannya. Karena, dari hasil rapat, pemotongan dirincikan untuk dua peruntukan. Pertama untuk pembangunan gedung PGRI Loteng sebesar Rp 150 ribu dan sisanya untuk iuran kebutuhan organisasi setiap bulan.

“Total keseluruhan sumbangan itu untuk satu tahun yang biasanya dibayarkan setiap bulan,” ujar pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga  Loteng

Dikatakan, dari informasi yang beredar seringkali diasalah artikan oleh masyarakat. Karena masyarakat membayangkan jika semua guru yang berjumlah ribuan akan memberikan sumbangannya. 

Sehingga jika dikalkulasikan akan menemukan angka yang cukup signifikan. Namun pihak PGRI juga tidak melarang guru yang tidak menyumbang. Padahal, sambung dia, jika semua guru mau menyumbang, maka pembangunan gedung sudah lama bisa selesai.

"Kalau tidak mau nyumbang juga tidak apa-apa, tidak jadi masalah,” tutupnya
  • PGRI Loteng Bantah Lakukan Pungli
  • 0

Terkini