Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

KOMISI VI PANTAU KESIAPAN PANGAN JELANG LEBARAN

Seputar NTB
Rabu, 14 Juni 2017 | 02.43 WIB
Tampak kepala Divre Bulog NTB(berpeci) saat menerima rombongan kunjungan Komisi VI DPR RI dan Disperindag NTB
MATARAM,SEPUTARNTB. Komisi VI DPR RI lakukan kunjungnan Ke Provinsi NTB ( Selasa,13/6/17). Dengan agenda kunjungan ke Pasar Kebon roek dan Gudang Perum BULOG Cakranegara 2 Divre NTB. 

Dalam kunjungannya ke Pasar Kebon Roek Komisi VI DPR RI langsung masuk ke Kantor Kepala pasar Kebon roek dan pandangannya langsung tertuju pada harga kebutuhan pokok yang ada di kantor kepala pasar tersebut. 

Baris-perbaris diperhatikan harga tersebut sambil bertanya kepada seluruh Isi ruangan kantor itu. Salah satu harga yang diperhatikan adalah harga gula pasir. Harga gula pasir warna kuning sebagaimana tercantum dalam papan tersebut yaitu Rp. 12.500/kg. Harga gula yang semula sampai dengan Rp. 13.500/Kg tersebut sekarang menjadi Rp. 12.500/Kg.

Menurut penjelasan kepala pasar Kebon Roek Mustakim hal itu tidak terlepas dari Gula yang di Droping Oleh BULOG NTB ke Pedagang-peagang dengan cara konsinyasi sehingga pedagang bisa menjual dengan HET yang diharapkan Pemerintah yaitu seharga Rp. 12.500/Kg.

Setelah dari ruangan Kepala Pasar Kebon Roek Rombongan Komisi VI DPR RI langsung menuju pedagang-pedagang guna mengecek kebenaran harga tersebut. Dan sebagai bukti harga gula seharga Rp. 12.500/Kg Ketua Komisi VI DPR RI membeli sejumlah 8 Kg Gula Pasir di salah satu pedagang. 

Selain Gula Komisi VI DPR RI juga mempertanyakan harga komoditi beras. Menurut pedagang pasar kebon Roek harga beras cukup stabil karena adanya panen sehingga pasokan selalu tercukupi. Beras medium di harga Rp. 8.000/ Kg, beras premium di harga Rp. 8.500 sd 9.000/Kg  dan Super di harga Rp. 9.500 sd Rp. 10.000,-/Kg.
Harga beras tersebut dalam tahap yang normal/wajar.

Sementara itu Bawang Putih yang 5 hari sebelumnya di harga Rp. 45.000/Kg. Semenjak senin tanggal 12 Juni 2017 turun drastis menjadi Rp. 30.000/kg.

Humas Perum Bulog Divre NTB,Syawaludin Susanto mengatakan BULOG Sendiri memiliki 10 ton bawang putih guna menstabilkan harga,dengan harga jual Rp. 30.000/Kg. 

"Jadi apabila ada yang ingin menaikkan harga bawang putih BULOG Siap membanjiri pasar dengan bawang putih supaya harga tetap stabil," terangnya.

Sementara untuk harga daging berdasarkan pemantauan ke Pedagang,menurut Kepala bidang pemasaran Disperindag Provinsi NTB,Hj Roro Sri Rahmat, seharga Rp. 110.000 sd Rp. 120.000 per kg.  

"Harga tersebut untuk daging dengan kualitas nomer 1 (satu) atau daging sapi lokal yang segar,
harga tersebut dalam tahap yang normal karena dagingnya merupakan daging sapi lokal dan segar,"terangnya.

Dalam kunjungan ke Gudang Cakranegara 2 Perum BULOG Divre NTB Komisi VI DPR RI mengecek stok berupa Gula, Beras dan bawang Putih.

Ketua Komisi VI DPR RI juga ingin memastikan kualitas beras yang disalurkan (raskin;red) apakah baik atau sebaliknya.

Berdasarkan hasil pengecekan langsung oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Bowo Sidik Pangarso mengatakan beras yang ada di NTB sudah sangat bagus untuk disalurkan ke Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM). 

"Saya mengecek langsung beras yang ada di Gudang Cakranegra 2 dan kondisi berasnya bagus dan sangat layak untuk disalurkan ke program rastra," Terang Ketua Komisi VI DPR RI tersebut.

Sementara itu Gula dan bawang putih sangat tercukupi selama ramadhan dan idhul fitri.

" jadi masyarakat tidak usah khawatir karena Bulog sudah sangat siap stoknya," pungkasnya.(ft)                        

  • KOMISI VI PANTAU KESIAPAN PANGAN JELANG LEBARAN
  • 0

Terkini