Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Fasilitas Pendidikan Ala Lombok Timur, Sekolah Berdinding Gedek dan Berlantai Tanah

Seputar NTB
Senin, 05 Juni 2017 | 19.46 WIB

LOTIM, SEPUTARNTB. Kondisi bangunan  TK/SD/MA Pondok Pesantren AL-HIKAM  di Dusun Montong Sugia Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur memprihatinkan. Dindingnya dari gedek (belahan bambu yang dianyam). Orang yang berada dalam ruang kelas bisa terlihat dari luar melalui celah-celah dinding yang dikerjakan kurang rapih. Atap Asbes, sementara lantai semua ruang masih tanah.

Bangku dan meja belajar juga seadanya. Bangku terbuat dari batang kayu yang disusun rapat sejajar, sepanjang dua meter. Meja dari selembar papan dengan panjangnya sekitar dua meter. Bangku dan meja ini dirancang menyatu, digunakan siswa-siswi untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara ruang guru dan ruangan kepala sekolah pun tidak luput dari pembatas yang terbuat dari anyaman.

“Gedung sekolah ini dibangun tanggal 16 Juli 2012 dibangun secara swadaya oleh masyarakat," jelas pengelola Pondok Pesantren AL-HIKAM , H.Sunardi, saat ditemui di ruang kerjanya. 

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “awal berdirinya sekolah didasari karena keprihatinan kami terhadap dunia pendidikan. Untuk mendapatkan pendidikan yang layak, anak anak harus berjalan kaki sepanjang 2km dengan menyebrangi jembatan dan sungai. Seusia mereka harus berjuang mempertaruhkan nyawa untuk mengenyam pendidikan yang layak”,terangnya.

Sekolah itu memiliki 6 ruang kelas ukuran 5x6 meter  yang di gunakan secara bergilir oleh siswa/siswi dari TK sampai SMA/MA. Jumlah siswa/siswi yang mengenyam pendidikan di Ponpes ini sekitar 400 orang.

Meskipun fasilitas pendidikan yang jauh dari layak ini, siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan semangat. Demikian pula dengan para guru walau hanya mendapatkan honor sebesar Rp.100.000 perbulan, mereka tanpa beban mengajari muridnya dengan semangat dan ihlas.

Dari hasil pantauan Seputarntb, jauhnya medan yang ditempuh oleh peserta didik menyebabkan pihak Ponpes menyiapkan mobil openkap untuk mengantar dan menjemput siswa siswi sampai ke kampung halamannya. Kondisi jalan yang dilalui sangat memprihatinkan, berlubang dan di penuhi bebatuan. Betapa tidak,jalan yang menghubungkan dusun yang satu dengan dusun yang lain hanya mendapatkan perbaikan dan pembangunan di era pemerintahan Presiden Suharto. Setelah lengsernya Presiden RI kedua itu,dusun dusun itu pun selalu luput dari pemerintahan setempat. Lalu lalang pejabat hanya terlihat saat kampanye.



(Mr)
  • Fasilitas Pendidikan Ala Lombok Timur, Sekolah Berdinding Gedek dan Berlantai Tanah
  • 0

Terkini