Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

"Tiga Pejuang Tanah Adat" Diputus Bersalah

Seputar NTB
Selasa, 11 Oktober 2016 | 17.11 WIB
"Tiga Pejuang Tanah Adat" Diputus Bersalah
LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Tiga pejuang tanah ada Jurang Koak, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba yakni Amaq Wir, Amaq Nanda dan Amaq Nopi diputus bersalah oleh majelis Hakim Pengadilan Negeri Selong. Amaq Wir dikenakan hukuman penjara 1 tahun 5 bulan, sedangkan dua Amaq Nanda dan Nopi dikenakan hukuman 1 tahun enam bulan dan subsider 6 bulan.

Sidang putusan pejuang tanah adat tersebut yang berlangsung, Selasa (11/10/16) mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian. Terlebih lagi dengan adanya massa Jurang Koak melakukan aksi di depan kantor Pengadilan Negeri Selong.

Sementara sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Anton Budi Santoso dan hakim anggota masing-masing,Yacabus Manu dan Erni Driliawati, sedangkan jaksa penuntut umum, Nurul Suhada serta penasehat hukum, Wahyudin Lukman.

Kemudian setelah dibacakan putusan tersebut, para terdakwa tertunduk lesu dengan putusan Majelis Hakim yang dinilai sangat berat, akan tapi para terdakwa itu belum masih pikir-pikir untuk menyampaikan keberatan dan banding atas putusan tersebut.

Selain itu, para pejuang tanah adat yang melakukan aksi tidak terima dengan putusan tersebut, karena dianggap tidak bersalah, apalagi kasus ini merupakan perdata bukan pidana, sehingga tentunya ini sangat disayangkan sekali.

"Kami tidak terima dengan putusan yang terlalu berat ini, sehingga kami akan berembuk untuk menyikapi putusan ini apakah akan banding atau menerimanya," kata anggota pejuang tanah adat Jurang Koak, Amaq Wardana. (Rzl)
  • "Tiga Pejuang Tanah Adat" Diputus Bersalah
  • 0

Terkini