Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Soft Launching Uji Coba Subsidi Langsung Pupuk Bersubsidi

Seputar NTB
Rabu, 19 Oktober 2016 | 18.43 WIB
MATARAM, SEPUTAR NTB - Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana meresmikan uji coba subsidi langsung pupuk bersubsidi sekaligus juga membuka Sosialisasi Kartu Tani yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian RI melalui Bank Rakyat Indonesia bagi para petani di Kota Mataram.

Kegiatan yang digelar pada Rabu (19/10/16) di halaman kantor Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kota Mataram ini dihadiri oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI, Kepala Pusat Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Direktur Pemasaran PT. Pupuk Indonesia (Persero), Direktur Mikro BRI, Kepala Pusat kebijakan APBN Kementerian Keuangan RI, Direktur Anggaran Bidang Polhukhankam BA BUN DJA Kementerian Keuangan, segenap undangan lain, dan para petani dari kelompok tani penerima subsidi.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Bapeluh Kota Mataram Hj. Tasnim Sastiani, dikatakan bahwa pupuk merupakan kebutuhan yang penting bagi petani dalam rangka program peningkatan produksi pangan nasional menuju swasembada beras 2019. Kebutuhan yang meningkat juga mengakibatkan subsidi meningkat, dan dimungkinkan pula terjadi kebocoran dalam pemanfaatan subsidi. Oleh karena itu pemerintah pusat melalui Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan melakukan peninjauan kembali melalui program subsidi langsung. Program ini untuk pertama kali diuji cobakan di Kota Mataram, karena dari hasil studi diketahui bahwa Kota Mataram, dalam hal ini Kecamatan Sekarbela dan lebih khusus lagi Kelurahan Jempong Baru dengan sembilan kelompok tani pangan, memiliki data paling padan (matching) diantara daerah lain di Pulau Lombok. “jumlah petani yang mendapat subsidi langsung dan mendapat kartu untuk menebus pupuk 126 orang, dari 196 orang anggota kelompok di Kelurahan Jempong Baru”, terangnya.
   
Sementara itu dikatakan oleh Kepala Pusat Kebijakan APBN Kemenkeu Rofyanto Kurniawan, program yang tengah diperkenalkan dengan pengalihan subsidi dari tidak langsung menjadi langsung ini merupakan arahan dari presiden demi untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan dan membantu masyarakat Indonesia dimanapun berada yang memang merupakan concern pemerintah pusat. Apalbila uji coba ini berhasil, tahun 2017 akan dikembangkan lagi ke seluruh Lombok dan kemudian tahun 2018 ke seluruh Indonesia. Namun demikian diakui bahwa penentuan sasaran subsidi harus benar-benar tepat. Perlu pembenahan, identifikasi, dan verifikasi data petani agar jelas kelompok tani mana saja yang membutuhkan subsidi pupuk, dan juga pembenahan mekanisme penyalurannya. Seperti diuji cobakan dengan mekanisme kartu melalui fasilitas dari BRI yang merupakan bank milik pemerintah. “Data petani by name, by address, by photo, itu yang terbaik agar subsidi tepat sasaran”, ungkapnya.

Dijadikannya Kota Mataram sebagai Pilot Project program subsidi langsung pupuk bersubsidi dikatakan Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana, adalah satu hal yang membanggakan. Kota Mataram lanjut Mohan, dari jumlah lahan pertanian memang mulai menyempit. Dengan luas wilayah terkecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat serta kian tingginya tingkat pembangunan, menjadi sebuah keniscayaan bila Kota Mataram dapat mengembangkan sektor pertanian. Apalagi saat ini lahan-lahan yang semula produktif banyak beralih fungsi. Terlebih lagi lahan yang ada bukan dikelola oleh pemilik melainkan oleh petani penggarap. Yang dapat dilakukan saat ini adalah dengan mencoba menjaga keseimbangan agar tetap terjaga apabila pemilik lahan berniat mengganti fungsi lahan.

Lebih jauh Mohan mengungkapkan, dirinya merasa sangat bersyukur bahwa dengan wilayah yang relatif kecil tersebut, produktivitas padi dapat terus ditingkatkan sebagai yang tertinggi di NTB. Karena mengingat Kota Mataram memiliki luas baku lahan pertanian paling kecil namun mampu menghasilkan produktivitas padi terbesar. Untuk mencapai target dan sasaran produktivitas tersebut keberadaan pupuk menjadi sangat vital. Sedangkan uji coba pemberian subsidi langsung semacam ini dinilai Mohan akan lebih tepat sasaran, dapat dinikmati oleh semua petani sasaran subsidi, dan juga dinilainya sangat membantu. “Saya meminta kepada para petani penerima kartu subsidi langsung pupuk bersubsidi untuk mempergunakannya dengan baik dan benar”, pesannya.

Kartu subsidi langsung pupuk bersubsidi diserahkan secara simbolis pada lima orang petani dari Kelurahan Jempong Baru, untuk kemudian salah satu diantaranya didemonstrasikan penggunaannya dengan bantuan pihak bank dan disaksikan secara langsung Wakil Walikota Mataram H. Mohan Roliskana bersama seluruh pihak yang hadir. Satu orang petani atas nama Sukri dari Kelompok Tani Subur Kelurahan Jempong Baru yang telah terdata sebagai penerima subsidi mendapatkan jatah pupuk sesuai dengan kebutuhan tanamnya. Petani yang bersangkutan mendapat jatah 250 kilogram pupuk Urea, 150 kilogram pupuk SP36, dan 250 kilogram pupuk NPK, yang pembeliannya akan dipotong subsidi secara langsung melalui kartu tani miliknya sebesar seribu rupiah untuk tiap kilogram pupuk. (Ft/hms)
  • Soft Launching Uji Coba Subsidi Langsung Pupuk Bersubsidi
  • 0

Terkini