Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Sepuluh Bulan Guru MI Belum Dapat Uang Lauk Pauk

Seputar NTB
Senin, 24 Oktober 2016 | 18.15 WIB
Sepuluh Bulan Guru MI Belum Dapat Uang Lauk Pauk
LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Guru Negeri yang bernaung di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur mengaku gelisah dengan belum dibayarkannya uang lauk pauk selama sepuluh bulan. Dengan perbulan uang lauk pauk yang harus di terima para guru negeri MI tersebut sebesar Rp. 750 ribu, sehingga inilah yang menjadi pertanyaan dari kalangan guru negeri MI.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur, H. Nasrudin saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, dengan berkilah kalau mengenai masalah pencairan uang lauk pauk bagi guru negeri MI di Kabupaten Lotim bukan menjadi tugas Kemenag Lotim. Melainkan menjadi tugas dari Satuan Kerja (Satker) MI yang berkolasi di MI Negeri Gerumus, Kecamatan Sakra Barat yang mengurus semua mengenai masalah uang lauk pauk maupun yang lainnya.

"Yang jelas kami sudah tidak lagi mengurus masalah itu, karena sudah ada satker yang bertanggung jawab dalam persoalan uang lauk pauk tersebut," kilah Nasrudin seraya mengatakan untuk lebih jelasnya silahkan saja konfirmasi ke satker MI di MIN Gerumus tersebut.

Lebih lanjut Nasrudin menjelaskan begitu juga halnya mengenai masalah uang lauk pauk untuk guru Mts dan MA sudah ada di Satker masing-masing, sehingga tentunya kalau terjadi masalah diluar tanggung jawab kami.

"Sudah lama kami tidak lagi mengurus uang lauk pauk untuk guru MI, MTs dan MA, karena sudah ada satker masing-masing yang mengurusnya," terang Nasrudin.

Kepala MTs Muallimin NW Pancor, H. Hamdan mengatakan dirinya tidak ada masalah dalam pembayaran uang lauk pauk, karena setiap bulan kami tetap dapat dengan melalui satker masing-masing. Karena antara satker MI, Mts dan MA tentunya berbeda yang bertangung jawab.

"Kalau satker kami di Mts Negeri Model Selong dengan lancar pembayarannya uang lauk pauknya," kata Hamdan seraya mengatakan untuk masalah guru MI tentunya dirinya tidak tahu menahu, karena satkernya berbeda.

Sementara salah seorang pengawas guru MI yang enggan disebut namanya mengatakan memang betul ada keterlambatan mengenai pembayaran uang lauk pauk tersebut, hal itu bukan dikarenakan dari Satker yang ada. Akan tetapi melainkan dari guru yang bersangkutan belum menyerahkan absennya sebagai syarat pembayaran.

"Guru sukanya lalai sehingga berakibat pada uang lauk pauknya juga menjadi terhambat, karena kalau sudah semua tuntas tentunya Satker tidak akan menunda-nunda," kata pengawas. (Rzl)
  • Sepuluh Bulan Guru MI Belum Dapat Uang Lauk Pauk
  • 0

Terkini