Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Pos Pantau Pengamanan Terpadu Tua Nanga Siap Difungsikan

Seputar NTB
Jumat, 14 Oktober 2016 | 21.50 WIB
Pos Pantau Pengamanan Terpadu Tua Nanga Siap Difungsikan
SUMBAWA BARAT, SEPUTAR NTB - Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alat negara yang mempunyai tugas pokok memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan penegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, yang terdapat dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.   

Polri adalah bagian dari masyarakat yang tidak terpisahkan yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan tugas pokok Polri. Setiap masyarakat memiliki karakteristik yang beragam budaya dan masalah, yang dapat menyebabkan ketidakcocokan antara komunitas yang satu dengan komunitas yang lain. Seperti contoh komunitas anak muda yang tidak suka dengan komunitas tukang ojek yang sering mangkal di wilayah komunitas anak muda tersebut. Pada situasi dan kondisi seperti inilah dimana dibutuhkan kehadiran polisi untuk menjembatani konflik yang terjadi diantara komunitas yang berkepentingan tersebut.   

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat membutuhkan polisi sedangkan polisi tanpa masyarakat bukan apa-apa. Untuk itu pentingnya kemitraan antara polisi dan masyarakat dalam menghadapi hiruk-pikuk permasalahan yang akan datang. Untuk itu Kepolisian Sumbawa Barat mendorong partisipasi simpul - simpul kelompok masyarakat untuk menggalakkan keamanan dan deteksi dini tindak kejahatan di perairan, khususnya pantai melalui peran Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Tua Nanga Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat.

Brigadir Munandar mendampingi Kapolsek Seteluk AKP Kadek Supartha bersama Sekdes Desa Tua Nanga, meninjau kesiapan pos pantau pengamanan terpadu yang dibangun dari dana Swadaya Masyarakat dan APBD tesebut, kini berdiri kokoh menghadap ke laut. 

Kebijakan ini diambil guna memaksimalkan peran kepolisian dibidang pembangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sesuai dengan program Promoter Kapolri nomor tujuh. Sekaligus bagian dari penguatan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).

Saat ini, kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) di sepanjang wilayah pantai terus dikoordinasikan dan digalang oleh Bhayangkara Pembina Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk membuat kegiatan terencana pengamanan dan deteksi dini terhadap ancaman krimanilitas serta kejahatan trans wilayah di kawasan pantai.

“Di Tua Nanga ini, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat membentuk tim terpadu pengawasan pemantauan wilayah pantai. Tim ini dikoordinasi dan bertugas di Pos pemantauan Kamtibmas terpadu,” ujar Brigadir Munandar Habibi.

Menurut Munandar, bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat hanya bisa diwujudkan secara maksimal melalui peran aktif swadaya masyarakat, yang bersinergi dengan institusi penegak hukum. Hal inilah yang tengah terus digalakkan atau dilakukan masyarakat bersama polisi saat ini.

“Alhamdulillah karena partisipasi masyarakat lah sehingga kondusifitas diwilayah Desa Tua Nanga dapat terwujud kini. Hingga pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pembangunan pos pemantauan ini secara terus menerus,”akunya.

Pos pemantauan terpadu ini lanjutnya, Munandar telah dibangun pemerintah Sumbawa Barat. Bangunan tadi dibangun atas usulan dan permintaan masyarakat setempat kepada pemerintah. Upaya masyarakat dan pemerintah desa tadi tidak lepas dari tingginya partisipasi terhadap pengamanan wilayah yang terus digalakkan kepolisian Sektor Seteluk Poto Tano.

“Setiap waktu, Bhabinkamtibmas terus bertemu dan hadir bersama kami membahas situasi keamanan di pantai. Pemukiman warga Tua Nanga hanya berjarak 500 meter dari pantai, jadi warga merasa penting untuk menjaga hewan ternak serta harta benda dari ancaman pencurian ternak yang memanfaatkan jalur laut,” kata, Sudarmono, Sekretaris Desa Tua Nanga, menyikapi pentingnya keberadaan pos pantau tersebut.

Penduduk Tua Nanga sendiri, kata dia, terdiri dari 1502 jiwa atau 353 Kepala Keluarga (KK). Sebagian besar warga berprofesi sebagai petani, peternak dan sebagian nelayan. Jadi menurutnya, pengamanan di wilayah pantai menjadi kebutuhan penting bagi warga.

Ia mengaku, patroli dan pemantauan rutin petugas polisi di desanya sangat menginspirasi warga untuk mau turun dan ikut mengamankan pantai. Meski sejauh ini kawasan pantai cenderung aman, namun keberadaan pos pantau menjadi pusat pertemuan tim gabungan antara polisi dan pokmaswas serta warga. Pokmaswas sendiri adalah program pemerintah kabupaten melalui Dinas Kelautan Perikanan (DKP). Dengan adanya pos pantau terpadu tadi, kegiatan pokmaswas kini lebih terarah.

“Kami bersyukur keberadaan Bhabinkamtibmas di desa kami. Atas dorongan dan konsultasi dengan bhabinkamtibmas, kepolisian Sektor Seteluk rutin berpatroli dan memantau. Tapi dengan adanya pos ini, kegiatan patroli bapak polisi bisa terpusat,” kata, ketua Pokmaswas Desa Tua Nanga, Abdul Wahab, 41 tahun, kepada wartawan.

Kepolisian Sektor Seteluk melaporkan, kejahatan pencurian ternak melalui jalur laut dan pantai menjadi atensi khusus polisi. Paska kejadian bentrok antara polisi yang didukung masyarakat dan para perampok ternak di daerah itu, 2014 silam, polisi setempat terus meningkatkan upaya upaya pengamanan termasuk melalui patroli dan pembentukan tim pemantauan terpadu tadi.

Bentrok polisi yang didukung masyarakat dengan kawanan rampok ternak menewaskan dua perampok dan seorang dari warga. Perampok yang menggunakan senjata api rakitan berhasil dikepung polisi dan warga. Semenjak kejadian itu polisi bahu membahu dengan masyarakat dibantu personil TNI dari koramil Seteluk melakukan deteksi dini dan pengamanan hingga kini.

“Baru baru ini kami telah menangkap empat orang tersangka pencuri ternak dan barang bukti satu ekor Sapi jantan. Keempat ditangkap karena laporan dan partisipasi masyarakat melalui Bhabinkamtibmas,” kata Kapolsek Seteluk, AKP Kadek Supartha, di kantornya, Kamis kemarin.

Kapolsek yang sudah 11 tahun menjabat ini berhasil membangkitkan partisipasi masyarakat untuk membantu keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakkan hukum. Ini terbukti dari rendahnya angka kriminalitas diwilayah tugasnya serta berhasil memperkuat sinergi antara polisi dan masyarakat.

Menurutnya, bahwa dibangunnya pos pantau pengamanan tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang rencana pengamanan yang terintegrasi, dengan membentuk suatu kerjasama tim keamanan dalam bidang pengamanan terpadu yang mampu untuk dapat bertindak dan bereaksi dengan tepat dalam mengantisipasi bahaya kejahatan serta potensi-potensi kerawanan yang mungkin timbul sebagai bagian dari Satuan Pengamanan yang ada Teluk Tua Nanga Timbau dalam melaksanakan tugas pengamanan swakarsa yang terpadu guna tercapainya sasaran pengamanan yang sesuai dengan peraturan dan ketentuan dalam kaidah – kaidah hukum dan undang – undang yang berlaku.

“Pencurian dan tindakan kejahatan lainnya maka dipandang perlu adanya tindakan preventif dalam menjaga personil dan material serta menciptakan kenyamanan, melaksanakan pengawasan secara intensif disekitar kawasan laut dan wilayah, untuk koordinasi dan antisipasi dalam hal ancaman, gangguan dan hambatan yang mungkin terjadi “ kata Kadek Mantap.

Sebelumnya, data Badan Pemeliharaan Keamanan Laut menyebutkan Indonesia mengalami kerugian setidaknya 22 juta dollar AS setiap tahunnya akibat pencurian ikan, penyelundupan, dan aksi - aksi kriminalitas melalui perairan dan garis pantai. Data itu dirilis sejak tahun 2005 silam. Kerusakan ekosistem laut, banyak pencurian ternak, hewan dan tanaman laut langkah yang dilindungi menjadi penyumbang terbesar kerugian Negara. (Edi. C)
  • Pos Pantau Pengamanan Terpadu Tua Nanga Siap Difungsikan
  • 0

Terkini