Header Ads

  • Breaking News

    Peringatan HUT pertama FP2TKI NTB

    Peringatan HUT pertama FP2TKI NTB
    MATARAM, SEPUTAR NTB - “Saya harap kepada para TKI yang akan bekerja di luar negeri harus melengkapi berkas atau persyaratan, agar tidak ada peluang bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengeksploitasi TKI kita,” ujar Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si pada saat menghadiri peringatan hari ulang tahun pertama Forum Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (FP2TKI) NTB di Mataram pada Selasa (5/10/2016).

    Pilihan bekerja di luar negeri menjadi alternatif pekerjaan yang paling diminati oleh warga NTB. Hal ini menempatkan NTB di peringkat ke-3 dalam pengiriman TKI. Tenaga Kerja NTB yang bekerja di luar negeri tahun 2015 sekitar 28.000 orang. Dengan tingginya warga NTB yang menjadi TKI, Wagub ingin kedepannya FP2TKI dapat menjadi forum yang strategis untuk bersinergi dengan berbagai stakeholders untuk melindungi TKI. “TKI adalah sumber devisa, aset negara, aset bangsa, dan aset daerah. Sebagai aset negara TKI harus dijaga, diperlihara, dan dilindungi,” himbaunya. Mengakhiri sambutannya, Wagub kembali menekankan sebagai aset negara TKI harus mendapat perlindungan, penempatan yang layak, keterampilan yang cukup, daya saing, dan kualitas.

    Sementara itu, Ketua FP2TKI Juaini, SH menjelaskan lahirnya forum ini adalah untuk mengatasi keresahan akan nasib TKI terhadap kerasnya kompetisi terkait penempatan kerja. Pemerintah Malaysia menerapkan beberapa kebijakan yang cukup memberatkan bagi pemerintah Indonesia, yaitu adanya beban pembiayaan yang harus dibayarkan pihak Indonesia kepada pihak pengguna jasa pihak penempatan Malaysia. Oleh karena itu, FP2TKI akan melakukan diskusi yang melahirkan rekomendasi untuk menolak pemberlakuan program tersebut. “Kami ingin berperan lebih aktif dengan berbagai pihak dalam upaya melindungi TKI terutama terkait dengan penempatan kerja,” harapnya. (By/hms)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad