Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Kasus SDN 7 Terara Kejari Selong Terkesan Menutup Diri

Seputar NTB
Senin, 10 Oktober 2016 | 17.20 WIB
Kasus SDN 7 Terara Kejari Selong Terkesan Menutup Diri
LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Pihak Kejaksaan Negeri Selong terkesan menutup diri terhadap kasus proyek pembangunan Sekolah Dasar Negeri Selong (SDN) 7 Terara yang ditangani oleh Pidana Khusus Kejari Selong. Apalagi kasusnya sudah sampai tahap penyidikan, karena ditemukan adanya dugaan kerugian negara yang mencapai ratusan juga rupiah.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan yang sebelumnya selalu terbuka terhadap media untuk memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut. Namun belakang ini justru jarang bisa di temui, sehingga ini mengundang pertanyaan dari kalangan media maupun masyarakat.

Sementara hasil serapan Seputar NTB menyebutkan pihaknya yang diduga terlibat dalam kasus SDN 7 Terara tersebut yakni oknum wakil Ketua DPRD Lotim, H.Ridwan Bajery, Mantan Plt Kepala Unit Dikpora Kecamatan Terara, H. Sabarudin dan oknum pejabat Dikpora Lotim.

"Memang kasus SDN 7 Terara ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,karena masih mengumpulkan bukti-bukti," kata Kasi Pidsus, Iwan Gustiawan singkat seraya mengatakan silahkan orang mau bilang apa yang jelas kami melaksanakan proses hukum sesuai aturan.

Kepala Kejaksaan Negeri Selong, Tri Cipto Hananta menegaskan meski kasus SDN 7 Terara telah dalam tahap penyidikan akan tapi belum bisa ditetapkan tersangka, karena belum memiliki dua alat bukti yang cukup. Selain itu pihaknya juga tidak ada kepentingan dalam kasus ini, karena kami melakukan secara profesional sesuai aturan yang ada. Apalagi dengan adanya oknum anggota Dewan didalamnya tidak ada kepentingan politik didalamnya.

"Kami sangat berhati-hati menetapkan orang menjadi tersangka, karena ini menyangkut masalah hukum," kata Cipto Hananta seraya menegaskan kembali kalau sudah ada dua alat bukti yang cukup maka tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menetapkan tersangkanya.

Sementara pengamat politik Lotim, Mansur mempertanyakan kinerja kejaksaan yang sampai saat ini belum menetapkan tersangka dalam kasus proyek pembangunan SDN 7 Terara tersebut. Apalagi statusnya sudah tingkat penyidikan.

"Idealnya kalau sudah tahap penyidikan sudah ada tersangkanya, sehingga ini menjadi pertanyaan kami kenapa belum ada tersangkanya," ujar Mansur. (Rzl)
  • Kasus SDN 7 Terara Kejari Selong Terkesan Menutup Diri
  • 0

Terkini