Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Gapensi KSB Minta Pemda Perhatikan Kontraktor Lokal

Seputar NTB
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 17.03 WIB
Gapensi KSB Minta Pemda Perhatikan Kontraktor Lokal
SUMBAWA BARAT, SEPUTAR NTB - Ketua Gapensi Kabupaten Sumbawa Barat, Syaifullah meminta pemerintah setempat tidak mengutamakan para tim suksesnya dalam mendapat proyek paket Penunjukan Langsung (PL). Ia beralasan, dapat menyebabkan kwalitas proyek jauh dibawah standar mutu, dan sebagian kontraktor lokal mengeluhkan adanya indikasi pilih kasih dalam pemberian proyek.

Sikap pilih kasih, pemberian berdasarkan suka-tidak suka sangat disayangkan oleh Syaifullah, Bupati sebagai pembina rekanan, seyogyanya memberdayakan para rekanan lokal yang tergabung didalam wadah Gabungan Asosiasi Konstruksi Indonesia Perwakilan Sumbawa Barat, sehingga ada perputaran ekonomi di daerah.

“Mestinya harus ada pembinaan, bukan dibinasakan dan itu tanggung jawab pemerintah daerah” keluh Syaifullah.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembinaan yang dilakukan oleh kepala daerah adalah memberikan pekerjaan kepada rekanan lokal bukan kepada rekanan luar daerah, sehingga Bupati baru bisa mengevaluasi apakah rekanan tersebut profesional mengerjakan pekerjaanya atau sebaliknya, dengan demikian Bupati sebagai pembina tunggal para rekanan akan mudah mengeluarkan reward atau punishment.

“Bagi rekanan yang berprestasi tidak cacat  pekerjarannya sesuai Spesifikasi sepatutnya diberikan reward agar sikap baik ditiru oleh rekanan lainnya, sebaliknya bagi para rekanan nakal harus diberikan sanksi agar sikap buruk tersebut tidak dirawat dan menular kepada rekanan lainnya” jelasnya.

Syaifullah juga menambahkan, sekiranya pemerintah tidak lagi menggunakan indikator professional dalam menetapkan rekanan untuk mengerjakan proyek mestinya tidak ada perlakuan khusus diantara para rekanan terutama imbalan balas jasa.

“Kalau memang tidak pakai kompetensi, ya tidak usah sekalian dibagi saja semua proyek itu,” tegasnya.

Lebih jauh ia mengatakan selama ini penetapan rekanan dalam pengerjaan di daerah ini lebih dominan karena factor indeks pendekatan, dibandingkan hasil evalusi tingkat kepatutan kepada peraturan yang ada, sehingga dua hal ini membuat para rekanan bingung, disatu sisi mereka dituntut untuk professional, agar tidak tersandung hukum dengan konsekuensi tidak disukai para pimpinan, disatu sisi pula mereka harus mengamini kehendak pimpinan pemberi proyek, karena pekerjaan tersebut didapatkan sangat susah payah.

“Saya selaku ketua, meminta kepada pimpinan daerah ini untuk lebih memperhatikan para rekanan lokal, sebagai bentuk pemberdayaan mereka, dan idealnya pemkab lebih memperhatikan para kontraktor lokal dibandingkan dengan yang lain, dalam hal pekerjaan yang mereka bisa jangkau seperti pelelangan umum yang nilainya dibawah Rp. 200 juta “ terang Syaifullah.

Perlu diketahui hingga saat ini anggota Gapensi Sumbawa Barat sudah mencapai 162 rekanan dan kesemuanya lokal. Menurut Syaifullah bahwa sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung tercapainya pembangunan nasional. Posisi itu dapat dilihat dengan adanya keterkaitan dengan sektor lain dan jasa konstruksi merupakan bagian penting dari terbentuknya produk konstruksi, karena jasa konstruksi menjadi arena pertemuan antara penyedia jasa dengan pengguna jasa.

“Oleh karena itu, pengembangan jasa konstruksi menjadi agenda publik yang penting dan strategis bila dilihat dari perkembangan yang terjadi secara cepat dalam konteks globalisasi dan liberalisasi, kemiskinan dan kesenjangan, demokrasi dan otonomi daerah serta kerusakan dan bencana alam. Selain itu, perkembangan jasa konstruksi juga tidak bisa dilepaskan dari konteks proses transformasi publik, budaya ekonomi dan birokrasi yang sedang terjadi,” ungkapnya.

Keberdaan Gapensi bertujuan untuk meningkatkan hubungan dan kerjasama dalam memperjuangkan pemerataan kesepakatan berpartisipasi dalam pembangunan bagi masyarakat jasa pelaksana konstruksi umumnya, dalam anggota Gapensi khususnya bagi pengusaha ekonomilemah serta kemampuan usaha para anggota yang adil dan merata, serta mendorong peningkatan kegiatan pembangunan fisik demi kemajuan Kabupaten Sumbawa barat

Dari data yang diterima Gapensi Sumbawa Barat, ada sedikitnya 400 lebih paket Proyek Penunjukan Langsung dari berbagai SKPD, namun kenyataannya hanya 60 % anggota Gapensi yang mendapat, selebihnya 40 % dikelola oleh Timses, hal ini dapat membuat kwalitas proyek rendah.

“Saya sudah mewanti-wanti kepada pemilik perusahaan agar tidak meminjamkan bendera perusahaan kepada orang lain, hal ini bisa masuk ke ranah hukum jika proyek yang dikerjakan bermasalah “ tekan Syaifullah.

Syaihuddin Husain SH “Timses berperan dalam menentukan rekanan“

Syaihudin Husain SH kepada media ini sabtu (8/10/2016) juga menilai, menjadi pejabat yang diperoleh dari proses politik seperti kepala desa, anggota dewan, bupati / walikota, gubernur, hingga presiden ternyata tak semudah dibayangkan. Banyak hal yang harus diperhatikan atau dipenuhi dengan hal-hal yang njelimet sejak dari upaya merebut jabatan itu. Termasuk pula masalah "investasi", mulai dari finansial, tim sukses, hingga strategi politik yang terkadang sulit diprediksi. Apakah terpilih persoalan selesai?? TIDAK !!! Persoalan muncul mulai dari serangan dan kritikan dari pihak lawan hingga yang datang dari lingkungan para mesin politik ini alias tim sukses. Saat ini banyak kepala daerah yang setelah terpilih dipusingkan dengan urusan balas budi / jasa kepada tim sukses. Modusnya tentu dengan berbagai macam cara mulai dari meminta uang, mengangkatnya menjadi kepala dinas, pns, honorer, dan meminta proyek.

Soal jatah proyek untuk tim sukses sudah jadi rahasia umum. Ada tim sukses yang berani mengatakan secara terang-terangan bahwa, saya ini tim sukses sehingga harus diberikan proyek atau jabatan tertentu. Celakanya, masalah jatah proyek atau jabatan untuk tim sukses seperti ini tidak hanya berlangsung sebentar. Tim sukses selalu ingin abadi selama orang yang sudah disukseskannya itu menduduki jabatannya.

“Dalam hal merebut jabatan politik tim sukses memang diperlukan. Tapi tugas sejatinya adalah mengantarkan orang yang didukungnya untuk memenangi jabatan yang diperebutkan. Bukan menjadi tim sukses selama orang yang disukseskannya menduduki jabatan yang diperoleh “ urai Syaihu.

Perlu adanya keberanian dari pejabat yang terpilih itu. Karena ketika tim sukses terus dipelihara akan sangat berpengaruh terhadap semangat pemberantasan korupsi . Disinilah mulainya KKN. Disadari atau tidak lama kelamaan akan menggurita dan menggerogoti keuangan negara. Para tim sukses abadi ini tekadang tak segan-segan pula menyogok guna mendapatkan paket-paket proyek.

Menurut Syaihudin, bahwa dalam ilmu sosial dikatakan sesuatu yang dilakukan secara wajar kemudian dijadikan sebagai suatau kebiasaan dan pada akhirnya menjadi syarat tertentu dalam melakukan kegiatan bisa disebut sebagai suatu kebudayaan masyarakat. Salah satu contoh terkait adalah budaya sogok atau suap. Mempereratkan budaya sogok sepertinya merupakan cikal bakal lahirnya korupsi. Terlebih lagi ketika kebiasaan sogok telah dianggap sebagai suatu hal yang biasa - biasa saja.

Hukum sosial juga ada yang berbunyi "suatu perbuatan yang dilakukan secara berkala dan pada frequensi yang lebih padat akan berubah menjadi suatu kebiasaan pada masyarakat". Hukum inilah yang mempertegas bahwa budaya korupsi akan menjadi pembenaran karena cikal bakalnya (suap telah dianggap suatu hal yang wajar).

Dengan demikian, kalau tidak ingin kasus korupsi merajalela, maka harus dilakukan pencegahan terhadap seluruh potensi yang menyebabkan lahirnya budaya korupsi. Karena itu seorang pejabat harus membersihkan tim sukses model ini.

Nah, yang menjadi pertanyaan buat kita semua warga Sumbawa Barat  yang berada di KSB ataupun di luar KSB, adakah tim sukses seperti ini yang mulai bergentayangan di bumi Pariri Lema Bariri ?

“Saya mengutip pernyataan Mendagri, Gamawan Fauzi saat ketika melantik salah satu gubernur Sumatra beberapa watu yang lalu, tim sukses sudah berakhir tugasnya setelah orang yang disukseskannya berhasil menduduki jabatannya. Jadi, dalam hal ini jangan ada lagi tim sukses abadi” jelas Syaihu. (Edi. C)
  • Gapensi KSB Minta Pemda Perhatikan Kontraktor Lokal
  • 0

Terkini