Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

Elly Rosila Wijaya: Kesehatan Fisik Berasal Dari Kesehatan Jiwa

Seputar NTB
Selasa, 11 Oktober 2016 | 13.31 WIB
Elly Rosila Wijaya: Kesehatan Fisik Berasal Dari Kesehatan Jiwa
MATARAM, SEPUTAR NTB - Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) atau Word Mental Health Day yang diperingati tanggal 10 Oktober 2016 merupakan hari pendidikan, penyadaran dan advokasi tentang Kesehatan jiwa yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Pada prinsipnya kesehatan yang utuh adalah kesehatan fisik dan kesehatan jiwa. Bukan hanya sakit fisik saja yang memerlukan penangan pun demikian halnya dengan sakit jiwa. "Tanda - tanda gangguan jiwa berawal darigangguan fisik," ungkap Direktur Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma, Dr.Elly Rosila Wijaya.

Menurut WHO pada 2020 depresi menjadi faktor tingginya penyebab kematian, orang yang terkena gangguan jiwa sudah pasti tidak produktif dan menjadi beban bagi negara, karenanya peningkatan kesadaran  akan pentingnya penanganan mental atau jiwa perlu ditingkatkan, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan jiwa.

RSJMS dinyatakan telah lulus Akreditas Paripurna oleh Komisi Akreditas Rumah Sakit sebagai bentuk pengakuan secara nasional terhadap mutu pelayanannya kini terus melakukan peningkatan kinerja dengan berbagai terobosan. Diantaranya dengan melakukan pelatihan dan pembinaan terhadap beberapa tenaga puskesmas di NTB, diantaranya puskesmas yang ada di Mataram, Lombok Barat, dan Sumbawa. Sehingga pasien jiwa tidak harus ke rumah sakit jiwa saja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan jiwa tetapi bisa juga kepuskesmas yang telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan kesehatan jiwa. Selain itu sejak 2011 telah membuka dan mengembangkan poli kesehatan jiwa anak dan remaja MSC (Mental Sehat Ceria) .

Berdasarkan data kesehatan tahun 2013 jumlah yang mengalami gangguan jiwa sebesar 9.855 jiwa. 0,21% mengalami gangguan jiwa berat.Dari yang mengalami depresi berat terdapat 1409 yang dipasung. Dari jumlah yang terpasung, baru dtemukan 568 orang,78% sudah dilepas dan bisa produktif lagi, sedangkan susanya 22% masih dipasung dan sedang dalam perawatan.

Untuk mengetahui sisa terpasung yang belum ditemukan, RSJMS menyediakan layanan lapor. "Masih adanya gangguan jiwa pasung yang belum ditemukan, untuk itu kami membuka layanan lapor di website : makpasol.ntbprov.go.id apabila ada yang menemukan," tambah Elly.

Pada tahun 2014 jumlah kunjungan rawat inap 1.270 orang, tahun 2015 menjadi 1.296 orang,dan sampai pasa agustus 2016 menjadi 1.749 orang sedangkan yang melakukan rawat jalan dari tahun 2014 sebanyak 21.927,tahun 2015 menjadi 36.740 orang, sampai pada Agustus 2016 mencapai 29.021 orang.

Dr.Elly menegaskan bahwa meningkatnya angka kunjungan ini bukan berarti meningkatnya jumlah pasien sakit jiwa,tetapi justru karena meningkatnya keaadaran masyarakat akan pentingnya pemeeiksaan kondisi kejiwaan. "Meningkatnya angka kunjungan ini merupakan meningkatnya kesadaran masyarakat pentingya memeriksakan kondisi kesehatan jiwa," tegasnya.

Sampai pada saat ini, Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma (RSJMS) mempunyai tenaga 6 psikiater, 7 tenaga specialis, 22 tenaga medis, 15 tenaga umum/administrasi dan 285 tenaga perawat. (Ft)
  • Elly Rosila Wijaya: Kesehatan Fisik Berasal Dari Kesehatan Jiwa
  • 0

Terkini