Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

DKP Lotim Beberkan Dugaan Pungli Bantuan

Seputar NTB
Kamis, 20 Oktober 2016 | 20.12 WIB
DKP Lotim Beberkan Dugaan Pungli Bantuan
LOMBOK TIMUR, SEPUTAR NTB - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur membeberkan dugaan terjadinya pungutan liar (Pungli) dalam penerimaan bantuan bagi para kelompok nelayan yang ada di wilayah Selatan. Bahkan DKP menyebutkan oknum-oknum yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Demikian ditegaskan Kepala Bidang Alat Tangkap DKP Lotim, Sapri dalam hearing yang berlangsung di kantor DPRD Lotim antara DKP, DPRD Lotim dan Serikat Masyarakat Selatan (SMS) bersama masyarakat nelayan, Kamis (20/10/16).

"Memang berdasarkan hasil investigasi dan turun lapangan terhadap para kelompok nelayan yang memperoleh bantuan kami temukan adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab," kata Sapri seraya menegaskan kami sangat kaget saat mengetahui adanya pungli dibalik penerimaan bantuan tersebut.

Sapri menjelaskan oknum yang diduga melakukan pungli terhadap para kelompok nelayan yang memperoleh bantuan tersebut. Dengan tidak main-main meminta kepada nelayan yang mendapatkan bantuan untuk memberikan sejumlah uang berkisar antara Rp. 6 s.d 19 juta perkelompok. Karena kalau tidak memberikan sejumlah uang tersebut, maka nelayan yang mendapatkan bantuan itu tidak akan memperoleh bantuan berupa mesin yang digunakan oleh nelayan. Dengan jumlah keseluruhan bantuan itu sebanyak 31 unit yang merupakan sisa anggaran tahun 2015.

"Dari tujuh nelayan yang kami temui memang mengakui kalau ada pungutan sejumlah uang agar mendapatkan bantuan itu," tandas Kabid Tangkap, Sapri seraya menegaskan kembali yang jelas dari DKP sendiri tidak pernah melakukan perbuatan yang tidak terpuji tersebut.

Hal yang sama dikatakan Ketua SMS Lotim, Sayadi menegaskan sangat meyayangkan sekali dengan adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk memperkaya diri sendiri.

Begitu juga mengenai oknum-oknum yang melakukan dugaan pungli itu sudah ada datanya, bahkan besaran uang mereka terima juga sudah kami ketahui dari para nelayan yang merasa dirugikan akibat adanya pungli tersebut.

"Masak rakyat miskin terus diperas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab tersebut, sehingga ini perbuatan yang melanggar hukum," terang Sayadi seraya mengatakan saya akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum karena ada unsur pidananya. (Rzl)
  • DKP Lotim Beberkan Dugaan Pungli Bantuan
  • 0

Terkini