Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Iklan Beranda

30% RTH Kota Mataram Belum Terpenuhi

Seputar NTB
Minggu, 23 Oktober 2016 | 15.15 WIB
30% RTH Kota Mataram Belum Terpenuhi
MATARAM, SEPUTAR NTB - Meningkatnya jumlah penduduk kota Mataram yang semakin hari terus bertambah tentunya berakibat pada tingginya kebutuhan akan perumahan sehingga bisnis properti semakin meningkat. Ini tentu membutuhkan lahan yang luas bagi para pengembang dalam memcukupi ketersediaan akan perumahan tersebut.

Lalu Alwan Basri, Kabag Humas pemkot Mataram mengatakan kebutuhan perumahan di kota Mataram yang sangat tinggi ini dipengaruhi oleh banyak hal diantaranya meningkatnya jumlah penduduk, dan kebutuhan investasi. Tentunya keadaan ini akan berdampak pada ketersediaan RTH ( ruang terbuka hijau ) mengingat sampai pada saat ini luas RTH di kota Mataram masih kurang 30 % dari yang diharapkan.

"Penduduk mataram ini semakin meningkat sehingga kebutuhan akan perumahan juga semakin tinggi," katanya.

Alwan pada kesempatan yang sama menambahkan demi mencukupi ketersediaan ruang terbuka hijau di kota mataram, sudah ada perwal (peraturan wali kota) yang mengatur ketentuan ketesediaan RTH bagi para pengembang yang mengharuskan pengembang untuk meyiapkan lahan hijau, fasilitas umum dan fasilitas sosial bagi masyarakat dan harus menyerahkan penguasaannya kepada pemerintah kota Mataram.

"Sudah ada perwal yang mengatur tentang penyediaan ruang terbuka hijau, fasilitas umum dan sosial untuk masyarakat oleh para pengembang yang penguasaannya diserahkan ke pemkot Mataram," tambahnya.

Dirinya menuturkan apabila ditemukan ada pengembang nakal yang tidak mematuhi ketentuan perwal tersebut sudah menjadi keharusan bagi pemkot Mataram untuk menindak serta memberi sangsi yang berupa tidak dikeluarkannya ijin bagi pengembang untuk mendirikan bangunan.

"Tentunya pemerintah tidak akan mengeluarkan ijin jika memang pengembang tidak mematuhi perwal tersebut," tuturnya. (Ft)
  • 30% RTH Kota Mataram Belum Terpenuhi
  • 0

Terkini